Minggu, 15 Maret 2026

Info Cuaca Gorontalo

La Nina dan Siklon Tropis Kalmaegi Pengaruhi Cuaca Gorontalo, BMKG Ingatkan Waspada Hujan Lebat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo mengungkap, kondisi itu bukan kebetulan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto La Nina dan Siklon Tropis Kalmaegi Pengaruhi Cuaca Gorontalo, BMKG Ingatkan Waspada Hujan Lebat
TribunGorontalo.com
CUACA - Dimas Yudistira, Forecaster BMKG Gorontalo, Selasa (4/11/2025). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Cuaca Gorontalo dalam beberapa hari terakhir terasa makin sering diguyur hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo mengungkap, kondisi itu bukan kebetulan.

Ada dua fenomena besar yang sedang memengaruhi dinamika atmosfer di wilayah tersebut, yakni La Nina lemah dan siklon tropis Kalmaegi.

Forecaster di Stasiun Klimatologi Gorontalo, Dimas Yudistira, menjelaskan bahwa per 31 Oktober 2025, indeks La Nina tercatat sebesar -0,65, masuk kategori lemah.

Baca juga: Dari KAI ke Kabinet? Ignasius Jonan Dipanggil Presiden Prabowo, Publik Tunggu Pengumuman

“La Nina adalah fenomena pendinginan suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia,” jelas Dimas kepada Tribun Gorontalo, Selasa (4/11/2025).

Meskipun lemah, kata Dimas, dampaknya tetap terasa di Gorontalo.

Fenomena ini diperkirakan akan meningkatkan frekuensi hujan hingga Desember 2025, terutama pada sore dan malam hari.

Siklon Tropis Kalmaegi Ikut “Menjaring” Awan Hujan ke Gorontalo

Tak hanya La Nina, BMKG juga mencatat keberadaan siklon tropis Kalmaegi yang terbentuk di Laut Filipina.

Siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum 60 knot dan tekanan udara minimum 980 hPa.

Menurut Dimas, siklon tropis adalah sistem tekanan udara rendah di atas lautan yang memutar cepat dan menarik udara lembap dari sekitarnya.

Dampaknya bisa terasa hingga jauh dari pusat siklon.

“Kalmaegi ikut berperan dalam meningkatkan curah hujan di beberapa wilayah Gorontalo sejak pagi hingga sore hari,” ujarnya.

BMKG memperkirakan curah hujan selama sepekan ke depan berada pada kategori menengah, yakni 51–150 milimeter per dasarian (10 hari).

“Hujan akan merata di seluruh wilayah Gorontalo, tapi untuk Gorontalo Utara potensi curah hujannya bisa sedikit lebih tinggi,” tambah Dimas.

Ia mengimbau masyarakat agar waspada terhadap genangan, banjir, dan tanah longsor, terutama di daerah berlereng dan wilayah dengan sistem drainase yang belum memadai.

Fenomena Rossby, “Ombak di Langit” yang Bawa Awan Tebal ke Gorontalo

Selain dua fenomena tersebut, BMKG juga mendeteksi adanya Gelombang Ekuatorial Rossby yang melintas di perairan utara Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Fenomena ini menjadi salah satu pemicu utama hujan lebat pada 4–7 November 2025.

“Perlu waspada karena tanggal 4–7 diprediksi Gorontalo akan diguyur hujan. Gelombang Rossby ini memicu pembentukan awan konvektif dan meningkatkan curah hujan sedang hingga lebat,” jelas Dimas.

BMKG bahkan telah mengeluarkan imbauan sejak 3 November, agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Gelombang Rossby, lanjutnya, merupakan gelombang atmosfer berskala besar yang terbentuk karena rotasi bumi dan gaya Coriolis di sekitar ekuator.

Gerakannya ke arah barat menyerupai “ombak besar di langit”, yang membawa udara lembap dan memicu pembentukan awan konvektif, awan tebal penyebab hujan deras.

“Di Indonesia, fenomena Rossby sering muncul bersamaan dengan aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) atau Gelombang Kelvin. Ketiganya bisa berinteraksi dan memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah tengah dan timur Indonesia,” tambah Dimas.

BMKG: Tetap Tenang, Tapi Jangan Abaikan Peringatan Cuaca

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Hujan lebat disertai angin kencang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan daerah rawan longsor.

“Fenomena ini bisa menyebabkan hujan deras dalam waktu singkat. Kami harap masyarakat tetap tenang, tapi tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di dekat sungai dan daerah perbukitan,” kata Dimas.

BMKG juga mengimbau nelayan agar memperhatikan kondisi laut sebelum melaut, karena gelombang laut berpotensi meningkat akibat pengaruh angin dari Kalmaegi.

Masyarakat diminta memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, seperti aplikasi Info BMKG dan akun media sosial resminya.

“Kami terus memperbarui peringatan dini setiap hari,” ujar Dimas.
 
Dengan kondisi atmosfer yang dinamis di awal November ini, BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dari seluruh pihak.

Waspada boleh, panik tidak perlu, yang penting, antisipasi sejak dini agar risiko bencana akibat cuaca ekstrem bisa diminimalkan.

(*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 15 Maret 2026 (25 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:04
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved