Info Cuaca Gorontalo
Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Gorontalo Ungkap Potensi Bencana Hidrometeorologi
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Provinsi Gorontalo, Ferdi Adam, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi cuaca
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ruang-Command-Center-Pusdalops-BPBD-Provinsi-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Provinsi Gorontalo, Ferdi Adam, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi cuaca dan kejadian bencana di seluruh wilayah Gorontalo.
Menurut Ferdi, BPBD telah menerima laporan dari sejumlah daerah yang mengalami banjir dalam sepekan terakhir.
“Itu sudah termonitor di kami, informasi dari Pusdalops BPBD Kabupaten Gorontalo,” ujar Ferdi.
Ia menjelaskan bahwa banjir yang terjadi di wilayah pertambangan Kabupaten Pohuwato tidak menimbulkan korban jiwa.
“Banjir di wilayah pertambangan itu tidak sampai mengakibatkan korban jiwa,” katanya.
Selain di Pohuwato, banjir juga sempat terjadi di wilayah Isimu, Kabupaten Gorontalo. Namun, sejauh ini belum ada laporan mengenai dampak besar terhadap warga.
Sementara itu, berdasarkan data dari BMKG Gorontalo, sejumlah wilayah diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari mendatang.
Informasi tersebut tercantum dalam peringatan dini cuaca tiga harian.
Ferdi menjelaskan bahwa mulai 28 Oktober, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Pohuwato, dan Kabupaten Bone Bolango.
Pada 29 Oktober, hujan diperkirakan hanya terjadi di Kabupaten Pohuwato. Sedangkan pada 30 Oktober, giliran Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango yang berpotensi diguyur hujan lebat.
“Kami juga memantau langsung dari ruang Command Center,” tambah Ferdi.
Ia menekankan bahwa masyarakat di seluruh wilayah Gorontalo perlu meningkatkan kewaspadaan, mengingat provinsi ini akan memasuki musim hujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Bencana hidrometeorologi merupakan bencana alam yang dipicu oleh faktor cuaca dan air.
BPBD mencatat sejumlah jenis bencana hidrometeorologi yang umum terjadi di Gorontalo, khususnya kategori bencana basah.
Jenis-jenis bencana basah meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga puting beliung.
Ferdi menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi merupakan bencana alam yang disebabkan oleh faktor meteorologi (cuaca) dan hidrologi (air), yang terjadi akibat interaksi keduanya di alam.
“Kalau dilihat dari situasi saat ini, semua wilayah memiliki potensi risiko yang hampir sama,” jelasnya.
BPBD Provinsi Gorontalo terus memantau situasi melalui Command Center dan berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan peringatan dini dari BMKG serta segera melaporkan jika terjadi bencana di wilayah masing-masing.
(TribunGorontalo.com/*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.