Polemik Dosen Gorontalo
Rektor Univ Muhammadiyah Gorontalo Bongkar Alasan Pecat Sitti Magfirah Makmur
Polemik yang melibatkan Dosen Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) Sitti Magfirah Makmur akhirnya mencapai puncaknya.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KONFERENSI-PERS-Rektor-Universitas-Muhammadiyah-Gorontalo-Kadim-Masaong.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Polemik yang melibatkan Dosen Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) Sitti Magfirah Makmur akhirnya mencapai puncaknya.
Melalui konferensi pers di Aula Gedung Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Selasa (21/10/2025), Rektor UMGo, Kadim Masaong, secara resmi mengumumkan pemecatan Sitti Magfira dengan tidak hormat sebagai dosen tetap.
Keputusan itu menjadi akhir dari serangkaian konflik panjang yang bermula dari kasus viral mahasiswi bernama Siti Hindun Malahayati Pomolango, yang videonya duduk di atas balkon asrama UMGo sempat menghebohkan publik.
Baca juga: Dosen Hukum Univ Muhammadiyah Gorontalo Dipecat tak Hormat, Beasiswa S3 Dicabut
Dalam konferensi pers yang digelar hariini, Kadim Masaong menyampaikan alasan pemberhentian Magfira.
Ia menegaskan bahwa keputusan itu diambil setelah menilai sejumlah perilaku Magfira selama menjadi dosen dan pembina asrama sejak tahun 2021.
Padahal dari sisi kontribusi, beberapa kegiatan kampus dan sosialisasi sering melibatkan Magfirah.
“Beliau juga salah satu pejabat di UMGo, sebagai kepala pusat karier mahasiswa,” ungkap Kadim.
Namun, menurutnya, Magfira memiliki karakter emosional dan cenderung bekerja sesuai dengan keinginannya sendiri.
“Dalam bekerja harus sesuai dengan kemauannya, serta tidak nyaman saat ada yang mengkritik,” katanya.
Kadim menilai, sikap Magfirah mulai bermasalah setelah beberapa keinginannya tidak dipenuhi.
Bahkan ia juga mengulas panjang soal masalah yang dialami Magrfirah dengan beberapa orang sama kampus, beberapa diantaranya belum selesai hingga kini.
Ia juga disebut menggunakan kasus Hindun untuk menyerang pimpinan kampus.
“Selanjutnya menyusul rumor mahasiswa ingin bunuh diri, kemudian itu dijadikan momentum menyerang pimpinan,” ujar Kadim.
Kadim menegaskan, hasil pemeriksaan pihak asrama dan psikolog menunjukkan bahwa Hindun tidak kesurupan dan tidak berniat bunuh diri seperti yang sempat diasumsikan publik.
“Saya tegaskan di sini bahwa sesuai hasil pendekatan pengelola asrama dan hasil dari psikolog yang menangani saudari Hindun, itu sama sekali tidak kesurupan dan tidak berniat bunuh diri,"jelasnya.