Bocah Hanyut di Gorontalo
Detik-detik Muhamad Hanyut di Sungai Bulago Gorontalo Diceritakan Lengkap oleh Keluarga
Suasana duka masih menyelimuti rumah duka almarhum Awal Mohammad (10), bocah yang hanyut di Sungai Bolango,
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENEMUAN-BOCAH-Awal-Mohammad-bocah-berusia-10-tahun.jpg)
Namun hingga pukul 23.00 Wita malam itu, korban belum juga ditemukan.
Setiawan mengatakan, keluarga tidak tinggal diam. Ia bersama empat orang lainnya, Fadel, Farul, Randy, dan seorang paman korban ikut melakukan penyisiran manual dari darat.
“Kami berbaur saja sama warga dan petugas. Mulai dari lokasi awal hanyut sampai ke muara sungai. Kami bolak-balik terus, hanya bawa senter,” tuturnya.
Penyisiran dilakukan hingga larut malam, bahkan sampai pukul 23.00 Wita mereka masih bertahan di pinggiran sungai.
Keesokan harinya, pencarian dilanjutkan dengan skala lebih besar.
“Tim gabungan turun lagi pagi-pagi. Tapi malam itu kami dari keluarga tetap stand by di muara sungai, siapa tahu ada keajaiban,” katanya.
Setiawan mengisahkan, pada Selasa malam sekitar pukul 19.00 Wita, dirinya bersama empat anggota keluarga lain masih berada di sekitar muara.
Mereka memantau arus air menggunakan senter. Saat itulah, mereka melihat sesuatu mengapung di tengah aliran air.
“Awalnya kami kira cuma sampah, soalnya posisinya terlentang dan tertutup rumput-rumput, Pas disenter terus, baru kelihatan kalau itu tubuh Awal," tuturnya.
Tubuh bocah itu tersangkut di antara tumpukan rumput dan sampah di tepian sungai. Warga yang berada di sekitar muara segera memberi tahu tim SAR yang tidak jauh dari lokasi.
Tak lama kemudian, petugas bersama warga mengevakuasi jenazah dan memastikan identitas korban. Saat dibawa ke rumah duka, tangis keluarga pecah.
Hingga malam tadi, rumah duka di Tenilo dipenuhi warga. Banyak yang datang sejak awal pencarian hingga proses pemakaman pagi tadi.
“Yang datang malam sampai pagi itu masih sama orang-orang yang dari kemarin bantu di sungai,” ucap Setiawan.
Menurut pantauan Tribun Gorontalo, hingga pukul 20.37 Wita semalam, suasana di rumah duka masih ramai.
Warga, tetangga, hingga aparat kelurahan datang melayat.
Isak tangis terdengar dari dalam rumah saat jenazah disalatkan dan diberangkatkan ke pemakaman.
Kini, Sungai Bolango kembali mencatat duka bagi warga Kota Gorontalo.
Kasus hanyutnya bocah di kawasan itu menambah daftar panjang musibah di wilayah aliran sungai yang sama sepanjang tahun ini. (*)