Rabu, 11 Maret 2026

Bocah Hanyut di Gorontalo

Detik-detik Muhamad Hanyut di Sungai Bulago Gorontalo Diceritakan Lengkap oleh Keluarga

Suasana duka masih menyelimuti rumah duka almarhum Awal Mohammad (10), bocah yang hanyut di Sungai Bolango,

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Detik-detik Muhamad Hanyut di Sungai Bulago Gorontalo Diceritakan Lengkap oleh Keluarga
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com.
PENEMUAN BOCAH--Awal Mohammad bocah berusia 10 tahun ditemukan meninggal, Rabu (15/10/2025). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Suasana duka masih menyelimuti rumah duka almarhum Awal Mohammad (10), bocah yang hanyut di Sungai Bolango, Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.

Korban ditemukan meninggal dunia pada Selasa malam (14/10/2025) sekitar pukul 19.15 Wita oleh tim SAR Gabungan, setelah dua hari dilakukan pencarian intensif.

Pagi tadi, Rabu (15/10/2025) pukul 08.00 Wita, jenazah Awal dimakamkan di pemakaman umum tak jauh dari rumah keluarganya.

Sejak pagi hingga siang, warga masih berdatangan menyampaikan belasungkawa. 

Pantauan TribunGorontalo.com hingga siang hari, suasana duka masih terasa. Banyak warga yang hadir adalah orang-orang yang juga ikut berjaga dan menyaksikan proses pencarian semalam.

Kronologi Awal Kejadian

Ditemui usai pemakaman, Setiawan, salah satu keluarga korban, menceritakan kembali kronologi dan proses pencarian yang dilakukan sejak awal.

Menurutnya, kejadian bermula pada Senin sore (13/10/2025) sekitar pukul 15.00 Wita. Saat itu, cuaca di kawasan Tenilo sedang mendung dan sempat turun hujan. 

Awal bersama dua rekannya keluar rumah dengan tujuan mencari layang-layang yang putus dan jatuh di sekitar bantaran Sungai Bolango.

“Awalnya mereka cuma cari layang-layang yang jatuh tapi karena posisi layang-layang itu dekat dengan tepi sungai, mereka agak turun ke bawah. Di situ arusnya lagi deras," ujarnya. 

Tanpa disadari, pijakan tanah di tepi sungai licin. Ketiganya kemudian terpeleset ke dalam air. Dua teman Awal berhasil menyelamatkan diri, namun Awal terseret arus cukup kuat.

"Dia (Awal) memang tidak bisa berenang, jadi waktu jatuh langsung terseret. Anak-anak yang lain sempat panik dan teriak minta tolong,” kata Setiawan.

Warga sekitar yang mendengar teriakan segera berlari menuju lokasi. Namun karena arus deras dan kondisi air keruh, tubuh Awal langsung hilang terbawa arus.

Proses Pencarian dan Usaha Keluarga

Laporan kepada tim SAR diterima menjelang pukul 17.30 Wita. Pencarian awal dilakukan oleh Basarnas Gorontalo, BPBD, dan Polairud, dibantu warga sekitar.

Namun hingga pukul 23.00 Wita malam itu, korban belum juga ditemukan.

Setiawan mengatakan, keluarga tidak tinggal diam. Ia bersama empat orang lainnya, Fadel, Farul, Randy, dan seorang paman korban ikut melakukan penyisiran manual dari darat.

“Kami berbaur saja sama warga dan petugas. Mulai dari lokasi awal hanyut sampai ke muara sungai. Kami bolak-balik terus, hanya bawa senter,” tuturnya.

Penyisiran dilakukan hingga larut malam, bahkan sampai pukul 23.00 Wita mereka masih bertahan di pinggiran sungai. 

Keesokan harinya, pencarian dilanjutkan dengan skala lebih besar.

“Tim gabungan turun lagi pagi-pagi. Tapi malam itu kami dari keluarga tetap stand by di muara sungai, siapa tahu ada keajaiban,” katanya.

Setiawan mengisahkan, pada Selasa malam sekitar pukul 19.00 Wita, dirinya bersama empat anggota keluarga lain masih berada di sekitar muara.

Mereka memantau arus air menggunakan senter. Saat itulah, mereka melihat sesuatu mengapung di tengah aliran air.

“Awalnya kami kira cuma sampah, soalnya posisinya terlentang dan tertutup rumput-rumput, Pas disenter terus, baru kelihatan kalau itu tubuh Awal," tuturnya. 

Tubuh bocah itu tersangkut di antara tumpukan rumput dan sampah di tepian sungai. Warga yang berada di sekitar muara segera memberi tahu tim SAR yang tidak jauh dari lokasi.

Tak lama kemudian, petugas bersama warga mengevakuasi jenazah dan memastikan identitas korban. Saat dibawa ke rumah duka, tangis keluarga pecah.

Hingga malam tadi, rumah duka di Tenilo dipenuhi warga. Banyak yang datang sejak awal pencarian hingga proses pemakaman pagi tadi.

“Yang datang malam sampai pagi itu masih sama orang-orang yang dari kemarin bantu di sungai,” ucap Setiawan.

Menurut pantauan Tribun Gorontalo, hingga pukul 20.37 Wita semalam, suasana di rumah duka masih ramai.

Warga, tetangga, hingga aparat kelurahan datang melayat.

Isak tangis terdengar dari dalam rumah saat jenazah disalatkan dan diberangkatkan ke pemakaman.

Kini, Sungai Bolango kembali mencatat duka bagi warga Kota Gorontalo. 

Kasus hanyutnya bocah di kawasan itu menambah daftar panjang musibah di wilayah aliran sungai yang sama sepanjang tahun ini. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 11 Maret 2026 (21 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved