Kamis, 5 Maret 2026

Lipsus Penyakit Ditanggung BPJS

Dinas Kesehatan Ungkap Penyebab Tingginya Kasus Hipertensi di Gorontalo

Kasus hipertensi yang tinggi di Provinsi Gorontalo menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Dinas Kesehatan Ungkap Penyebab Tingginya Kasus Hipertensi di Gorontalo
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
KASUS HIPERTENSI -- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr Jeane Dalie, saat ditemui TribunGorontalo.com, pada Selasa (14/10/2025). Dinkes mengungkap penyebab tingginya kasus hipertensi di Gorontalo. 

"Dampak hipertensi yang berkelanjutan," kata dia, "dapat menyebabkan stroke."

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo sendiri telah melakukan berbagai upaya pengendalian hipertensi, di antaranya dengan memperluas cakupan skrining dan edukasi gaya hidup sehat. Program ini juga mencakup pemeriksaan gula darah, kolesterol, serta fungsi ginjal bagi masyarakat.

"Program tersebut bukan hanya skrining hipertensi, tapi juga gula darah, kolesterol, (dan) fungsi ginjal," jelas Jeane.

Meski tidak merinci lebih lanjut jumlah penderita penyakit lainnya, Jeane menyebut data tersebut juga mencakup hasil pemeriksaan penyakit umum seperti influenza atau flu yang dilaporkan oleh Puskesmas.

Baca juga: Kondisi Kolor Ijo Gorontalo Jadi Sorotan, Karimu Ternyata Idap Penyakit TBC

Hipertensi paling banyak ditangani BPJS Kesehatan

Hipertensi menempati urutan pertama sebagai penyakit dengan kasus tertinggi yang dicakup oleh BPJS Kesehatan di Gorontalo.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo, Djamal Adriansyah, saat diwawancarai TribunGorontalo.com pada Senin (13/10/2025).

Menurut Djamal, penyakit ini menduduki peringkat pertama untuk kategori rawat jalan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dengan angka mencapai 42.165 kasus.

Selain hipertensi yang menduduki posisi teratas, penyakit lain yang juga banyak ditangani dalam kategori rawat jalan di FKTP menunjukkan dominasi penyakit yang berhubungan dengan infeksi dan pencernaan.

Posisi kedua ditempati oleh Influenza (flu) dengan 40.479 kasus, selisih sedikit dari hipertensi.

Sementara itu, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), termasuk batuk dan radang tenggorokan ringan, menempati peringkat ketiga dengan 23.114 kasus.

Selanjutnya, penyakit Maag juga menjadi keluhan yang signifikan di FKTP, tercatat sebanyak 18.626 kasus.

Untuk kategori rawat inap di FKTP, Djamal menyebutkan bahwa penyakit yang paling banyak ditangani adalah maag atau dispepsia dengan 1.892 kasus, diikuti oleh persalinan normal (2.648 kasus), serta penyakit diare akibat infeksi dan demam.

Terkait Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), Djamal menyebut bahwa terapi fisik atau fisioterapi menjadi layanan rawat jalan terbanyak.

“Jadi orang-orang yang stroke, ada gangguan di saraf, ini fisioterapi paling tinggi,” jelasnya.

Kasus fisioterapi mencapai 16.776 pasien, disusul penyakit mata dengan 9.043 pasien, dan cuci darah (hemodialisis) dengan 8.919 pasien.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 05 Maret 2026 (15 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:13
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved