Berita Gorontalo
5 Kelurahan di Kota Gorontalo Rawan Bencana hingga Dipantau BPBD
Kota Gorontalo dalam beberapa hari terakhir diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Kondisi ini membuat BPBD Siaga
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sekretaris-BPBD-Kota-Gorontalo-Hendry-Ticoalu.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kota Gorontalo dalam beberapa hari terakhir diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.
Kondisi ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
Sekretaris BPBD Kota Gorontalo, Hendry Ticoalu, mengatakan bahwa berdasarkan kajian risiko bencana, terdapat beberapa daerah di Kota Gorontalo yang tergolong rawan bencana.
“Sesuai kajian risiko bencana, ada beberapa daerah di Kota Gorontalo yang rawan bencana. Wilayah-wilayah tersebut adalah wilayah yang berada di bantaran sungai,” ujar Hendry, Senin (6/10/2025).
Baca juga: 3 Fakta Karimu si Kolor Ijo Gorontalo yang Harus Diketahui Warga
Ia menjelaskan, setidaknya terdapat tiga sungai besar yang melintasi wilayah Kota Gorontalo, yakni Sungai Bone, Sungai Bolango, dan Sungai Tamalate.
Daerah di sekitar sungai-sungai tersebut menjadi perhatian utama pihaknya.
“Adapun kelurahan yang rawan adalah Kelurahan Tenda, Bugis, Talumolo, Donggala, Siendeng, dan lain-lain,” tambahnya.
Untuk meminimalisasi dampak bencana, BPBD Kota Gorontalo kini rutin melakukan pemantauan langsung di lapangan.
Hendry menyebut, hingga saat ini masih ada sejumlah personel yang terus melakukan patroli di daerah-daerah rawan.
Selain banjir, hujan dengan intensitas tinggi juga berpotensi menyebabkan longsor di beberapa titik tertentu.
Hendry menyebut wilayah seperti Talumolo, Tenda, Donggala, dan Siendeng memiliki risiko longsor yang cukup tinggi.
“Selain itu, hujan tidak hanya mengakibatkan banjir, tetapi juga potensi longsor. Daerah yang rawan meliputi Kelurahan Talumolo, Tenda, Donggala, Siendeng,” ujarnya.
Menghadapi situasi tersebut, BPBD Kota Gorontalo telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan bencana sejak pekan lalu.
Baca juga: Gempa M 4,2 Guncang Laut Maluku Utara, BMKG Catat Kedalaman 61 Km
“Kalau untuk banjir, yang pertama kita ada perahu karet, pelampung untuk petugas, mesin, dan alat-alat lain yang bisa digunakan saat banjir. Peralatan sudah disiagakan sejak minggu kemarin,” kata Hendry.
Selain kesiapan alat, BPBD juga menyiagakan personel 1x24 jam untuk merespons cepat bila terjadi bencana.