PEMPROV GORONTALO
Sopir Ekspedisi Tuntut Gubernur Gorontalo Tertibkan Antrean BBM di SPBU
Masalah antrean panjang di sejumlah SPBU Pertamina se-Provinsi Gorontalo kembali menjadi sorotan publik.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ANTREAN-SOLAR-Suasana-antrean-solar-di-SPBU-Telaga.jpg)
Beberapa SPBU di Kota Gorontalo maupun di Kabupaten Gorontalo kerap dipadati antrean panjang. Bahkan sejumlah sopir truk mengaku sudah datang sejak pagi hanya untuk mendapatkan solar.
Kondisi ini mencerminkan bahwa penataan distribusi BBM tidak lagi bisa ditunda.
Desakan sopir ekspedisi kini menunggu respons cepat dari Gubernur Gorontalo agar roda distribusi logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus terganggu.
Tanggapan Pertamina Terkait Kuota BBM
Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fanda Chrismianto, menjelaskan komitmen Pertamina dan Pemerintah Daerah (Pemda) Gorontalo untuk melakukan pengawasan ketat.
Tujuannya adalah memastikan BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dan mencegah penyelewengan.
"Kami Pertamina bersama Pemda sama-sama mengawasi dan memastikan kalau memang ada potensi penyelewengan akan kami tindak secara tegas," tegasnya.
Ia menambahkan, koordinasi antara Pemda dan Pertamina menjadi kunci penting dalam pengendalian distribusi.
Pemda memiliki kewenangan terkait izin, sementara Pertamina berwenang dalam hal pembinaan dan distribusi.
Dengan adanya potensi penambahan kuota dan pengawasan bersama, EGM Pertamina memastikan kebutuhan BBM di Gorontalo masih dalam kondisi aman.
"Aman, yang penting tidak ada penyelewengan dan seterusnya, kita awasi bersama-sama," pungkas Fanda.
Pertemuan ini mempertegas komitmen Pemprov untuk proaktif menjamin agar aktivitas ekonomi dan keseharian masyarakat Gorontalo tidak terganggu akibat keterbatasan BBM.
(tribungorontalo.com/herjianto tangahu)