PEMPROV GORONTALO
Sopir Ekspedisi Tuntut Gubernur Gorontalo Tertibkan Antrean BBM di SPBU
Masalah antrean panjang di sejumlah SPBU Pertamina se-Provinsi Gorontalo kembali menjadi sorotan publik.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ANTREAN-SOLAR-Suasana-antrean-solar-di-SPBU-Telaga.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Masalah antrean panjang di sejumlah SPBU Pertamina se-Provinsi Gorontalo kembali menjadi sorotan publik.
Antrean yang kerap kali semrawut tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga menimbulkan perselisihan antar pengguna jalan.
Kondisi ini disebut sudah berlangsung lama tanpa ada solusi nyata.
Warga menilai pemerintah daerah maupun pihak Pertamina belum mengambil langkah tegas untuk menata pola pelayanan di SPBU.
Salah satu persoalan yang paling menonjol adalah benturan kepentingan antara tukang tap BBM dengan sopir truk ekspedisi.
Truk pengangkut barang yang membutuhkan solar untuk kelancaran distribusi logistik sering kali terhambat oleh aktivitas tukang tap yang diduga membeli BBM dalam jumlah besar untuk dijual kembali.
Ketua Aliansi Sopir Ekspedisi Gorontalo, Harimukti Gaib, menegaskan situasi tersebut merugikan sopir dan masyarakat luas.
"Kami meminta agar pemerintah provinsi bersama Pertamina membuat regulasi khusus, terkait pemisahan jalur antrean dan penjadwalan pelayanan antara tukang tap BBM dan truk ekspedisi, sehingga tidak saling tumpang tindih," ujarnya, Kamis (25/9/2025).
Baca juga: Gubernur Gorontalo Beri Santunan ke Pengurus Masjid Al-Muwahhidin usai Salat Jumat
Menurut Harimukti, pola antrean yang belum tertata rapi jelas merugikan banyak pihak.
Setiap hari warga harus menghabiskan waktu berjam-jam di jalan, bahkan mengganggu aktivitas ekonomi.
"Pemerintah provinsi harus segera hadir memberikan solusi, termasuk mengatur antrean antara tukang tap dan ekspedisi truk agar tidak saling berbenturan," tegasnya.
Masyarakat berharap Gubernur Gorontalo segera turun tangan mengambil langkah strategis.
Selain penertiban pola antrean dengan regulasi yang jelas, digitalisasi pelayanan di SPBU juga dinilai penting untuk memastikan distribusi BBM berlangsung adil, transparan, dan tepat sasaran.
"Tuntutan ini dianggap mendesak, mengingat ketertiban distribusi BBM berkaitan langsung dengan stabilitas sosial dan ekonomi daerah," kata Harimukti.
Pantauan TribunGorontalo.com di lapangan pun menunjukkan hal serupa.