Mapala Gorontalo Meninggal
Pesan Terakhir Jeksen Ungkap Dugaan Kekerasan, Keluarga Lapor Polisi Gorontalo
Kasus meninggalnya Muhamad Jeksen (MJ), mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memasuki babak baru
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Elfin-kakak-Jeksen.jpg)
Namun, ia juga menegaskan bahwa proses hukum tidak bisa berjalan tanpa adanya laporan resmi.
Sosok Jeksen
Mohamad Jeksen adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Mahasiswa angkatan 2024 itu sempat mengikuti pendidikan dasar Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) di UNG.
Diksar bertujuan melatih dan membekali anggota baru dengan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan sebelum mereka resmi bergabung.
"Ya, dia angkatan 2024 Jurusan Sejarah," kata seorang dosen di FIS UNG saat dihubungi TribunGorontalo.com, Senin.
Menurutnya, Jeksen bergabung dalam kelompok diksar bersama beberapa mahasiswa yang berbeda angkatan.
"Bukan cuma angkatan 2024 saja yang ikut saat itu," tuturnya.
Kronologi dari Senior
Sebelumnya, senior korban di salah satu paguyuban mahasiswa, La Ode Amar, mengungkapkan detik-detik terakhir Jeksen.
Amar mengaku menerima pesan singkat dari korban pada Minggu (21/9/2025) malam.
“Jemput saya, Kak. Saya sakit, bawa saya ke rumah sakit,” kata Amar menirukan isi pesan korban.
Saat tiba di sekretariat Mapala, Amar kaget melihat kondisi juniornya.
“Mukanya bengkak, sudah tidak berbentuk,” ungkapnya.
Karena kesulitan berbicara, Jeksen hanya bisa berkomunikasi melalui tulisan di ponsel.