Viral Anggota DPRD Gorontalo
Sesumbar Menjabat hingga 2031, Wahyudin Moridu Resmi Dicopot dari DPRD Gorontalo per 22 Sep 2025
Pernah menyebut dirinya akan menjabat hingga 2031, Wahyudin Moridu kini resmi diberhentikan dari keanggotaan DPRD Provinsi Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ALEG-TERMUDA-Wahyudin-Moridu-aleg-termuda-DPRD-Provinsi-Gorontalo-periode-2025-2031.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Pernah menyebut dirinya akan menjabat hingga 2031, Wahyudin Moridu kini resmi diberhentikan dari keanggotaan DPRD Provinsi Gorontalo.
Putusan itu dibacakan dalam Rapat Paripurna DPRD pada Senin (22/9/2025), menyusul hasil penyelidikan Badan Kehormatan (BK) yang menyatakan Wahyudin melanggar sumpah jabatan dan kode etik.
"Anggota DPRD Wahyudin Moridu, SH terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar sumpah janji dan kode etik," tegas anggota BK, Umar Karim, saat membacakan hasil sidang etik.
Dengan keputusan tersebut, Wahyudin tidak lagi menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo terhitung mulai 22 September 2025.
Sidang Etik Tanpa Kehadiran Wahyudin
Sidang BK berlangsung tanpa kehadiran Wahyudin. Ketua BK, Fikram Salilama, menyatakan absennya yang bersangkutan tidak menghalangi jalannya sidang.
"Kebetulan yang bersangkutan, Saudara Wahyu Moridu, tidak bisa hadir. Namun, sidang tetap kami jalankan. Setelah pembacaan berita acara dan pengesahan alat bukti, kami menetapkan sanksi," ujar Fikram.
BK menetapkan sanksi pemberhentian permanen sebagai bentuk komitmen menjaga integritas lembaga.
“Apapun status anggota, ketika melanggar kode etik, maka konsekuensinya harus dijalani,” tambahnya.
Sidang ini turut dipantau oleh perwakilan Direktorat Jenderal Kemendagri.
Video Kontroversial Jadi Titik Awal
Nama Wahyudin menjadi sorotan setelah video dirinya bersama seorang wanita viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, ia menyebut perjalanan dinas ke Makassar dibiayai negara, lalu melontarkan kalimat yang dianggap melecehkan:
“Hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok ajah uang negara ini kan. Kita habiskan ajah, biar negara ini makin miskin,” ucap Wahyudin sambil tertawa.
Ia juga menyebut wanita di sampingnya sebagai “hugel” atau kekasih gelap yang dibawa dalam perjalanan dinas.