Mapala Gorontalo Meninggal
Muhamad Jeksen, Mahasiswa Gorontalo Wafat Usai Ikut Diksar Ternyata Penderita Hemofilia, Apa Itu?
Muhamad Jeksen, mahasiswa UNG, meninggal usai Diksar Mapala. Penyakit hemofilia bawaan membuat tubuhnya sangat rentan terhadap perdarahan fatal.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/muhamad-jeksen.jpg)
Latihan berat, olahraga kontak, atau aktivitas alam bebas seperti mendaki dan berkemah memiliki risiko tinggi terhadap perdarahan internal yang tidak terlihat secara kasat mata.
Tanpa penanganan cepat, komplikasi dapat berkembang pesat, dan kondisi kritis seperti yang dialami MJ bisa terjadi dalam hitungan jam.
Baca juga: BREAKING NEWS: Mahasiswa Gorontalo Meninggal Diduga Pasca Ikut Diksar Mapala
Kasus MJ menjadi pengingat penting tentang bagaimana penyakit bawaan seperti hemofilia dapat memengaruhi keselamatan peserta dalam kegiatan fisik.
Kegiatan mahasiswa yang menuntut kekuatan fisik harus mempertimbangkan kondisi kesehatan setiap peserta, terutama mereka yang memiliki penyakit bawaan serius.
Edukasi mengenai risiko dan kesiapan medis yang memadai menjadi sangat penting agar kejadian tragis serupa tidak terulang.
Sebelumnya, Ali Rajab, kerabat dekat korban saat diwawancarai via telepon MJ sebetulnya sudah mengeluhkan sakit saat mengikuti diksar mapala tersebut.
Karena secara fisik tak mampu lagi, ia pun meminta dijemput oleh kawan-kawan paguyuban.
"Sejak semalam dijemput dari lokasi diksar, lalu meninggal Senin pagi ini," kata Ali yang saat dihubungi tengah berada di RS Aloei Saboe Gorontalo.
Ia hanya mengungkapkan jika MJ dijemput oleh kawan-kawannya dalam kondisi sakit.
Informasinya, dekan FIS beserta jajaran sudah menjenguk MJ ke RS. Saat ini TribunGorontalo.com tengah berupaya mengonfirmasi ke pihak keluarga, kampus, hingga panitia diksar.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)