Viral Anggota DPRD Gorontalo
Mega Nusi Unggah 'Pengakuan Dosa' Wahyudin Moridu, Aleg DPRD Gorontalo yang Sebut Rampok Negara
Mega Nusi mendadak muncul ke publik. Istri sah Wahyudin Moridu itu mengunggah satu video di Facebook pribadinya.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KOLASE-Video-pegangan-tangan-pengakuan-dosa-Wahyudin-Moridu-ke-istrinya-Mega-Nusi.jpg)
Dalam pengakuannya, ia menyadari banyak kesalahan yang telah terjadi.
Ia bertekad untuk memulai kembali dari nol bersama keluarga, meski harus kembali hidup sederhana dengan penghasilan yang jauh lebih kecil.
Wahyudin melihat perjalanan ini sebagai sebuah ujian dan titik balik dalam hidupnya.
Ia menganggap segala hujatan dan konsekuensi yang muncul merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai pejabat publik.
Namun, ia tetap menaruh harapan besar agar keluarganya tetap setia mendampingi.
"Kita minta satu hal pa ngana, jangan kasih tinggal kita (satu hal yang saya minta, jangan tinggalkan saya)," katanya.
SIKAP PDIP
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Gorontalo belum mengambil keputusan terkait nasib politik Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang viral usai ucapannya menuai kontroversi.
Sekretaris DPD PDIP Provinsi Gorontalo, La Ode Haimudin, memastikan bahwa status Wahyudin masih akan dibicarakan secara internal.
Rapat pembahasan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/9/2025) malam.
“Nanti kami mau rapat ini malam,” ujar La Ode saat dikonfirmasi.
Terkait isu pemecatan Wahyudin, La Ode menegaskan partai memiliki mekanisme yang harus ditempuh sebelum menjatuhkan keputusan.
“Sebagai partai politik, ada mekanisme yang harus dilewati,” tambahnya.
La Ode sendiri belum memberikan komentar personal terkait kasus yang menyeret Wahyudin, legislator asal Dapil VI (Kabupaten Boalemo–Pohuwato) itu.
Sebelumnya, nama Wahyudin Moridu ramai diperbincangkan setelah videonya beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, ia melontarkan candaan akan “merampok uang negara biar makin miskin” saat sedang bepergian bersama seorang wanita ke Makassar.