Berita Populer Gorontalo
3 Populer Gorontalo Jumat 19 Sept 2025: Habib Jafar ke Hiu Paus hingga Viral Pelayanan Puskesmas
3 Berita Populer Gorontalo Jumat 19 September 2025: Habib Jafar Hiu Paus Botubarani hingga Keluhan Pelayanan Puskesmas Dungaliyo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/HABIB-JAFAR-Husein-bin-Jafar-Al-Hadar-datang-ke-Destinasi-Wisata-Hiu-Paus-Botubarani.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - 3 Populer Gorontalo pada Jumat 19 Sept 2025 mulai Habib Jafar ke objek wisata Hiu Paus Gorontalo hingga Viral obat kadaluwarsa di Pelayanan Puskesmas, Gorontalo.
Berikut 3 berita populer di Gorontalo pada Jumat (19/09/2029) :
1). Habib Jafar Sempatkan Kunjungi Hiu Paus Botubarani
Habib Husein bin Ja’far Al Hadar atau lebih dikenal dengan Habib Jafar menyempatkan diri kunjungi objek wisata Hiu Paus Botubarani, Bone Bolango, Gorontalo, Kamis (18/9/2025).
Habib Jafar adalah pendakwah seklaigus lulusan Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Habib Jafar berdarah Madura dan Arab.
Kehadiran ustaz kondang ini sebetulnya untuk mengisi tausiyah di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Ia tiba di Gorontalo pada Kamis pagi dan mendarat di Bandara Djalaluddin, Kelurahan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.
Kelelahan Jafar dengan menempuh perjalanan nyaris empat jam dari Jakarta ini pun terbayar lunas dengan berhasil menyaksikan si Sherly, panggilan untuk salah satu individu Hiu Paus di Botubarani, Gorontalo.
Melalui Istagram pribadinya yakni @Husain_hadar, Jafar memposting satu unggahan bersama ustaz Habib Salim Al Jufri saat berada di Botubarani tersebut.
“Iyah pak sekitar jam 10 Wita, dia (Habib Jafar) tiba,” kata Anton Pakaya, salah satu pengelola wisata Botubarani kepada TribunGorontalo.com.
Namun meski dikenal sebagai tokoh agama populer, kedatangan Habib Jafar tidak lantas membuatnya mendapat perlakuan istimewa.
Sama seperti wisatawan lainnya, ia tetap harus menunggu gilirannya untuk menikmati nuansa laut bersama hiu paus.
Hari itu, kata Anton, hanya ada seekor hiu paus yang muncul ke permukaan.
Situasi tersebut membuat antrean pengunjung lebih panjang dari biasanya.
“Tunggu giliran jadi harus antri,” ungkap Anton.
Ia pun disebut mengabadikan momen berfoto bersama si Sherly menggunakan kamera drone.
Setelah mendapatkan gilirannya, Habib Jafar tak berlama-lama berada di lokasi.
Ia langsung bertolak kembali ke Kota Gorontalo untuk melanjutkan agenda berikutnya.
“Tidak sampai salat juhur langsung balik ke kota,” pungkas Anton.
2). Pelayanan Puskesmas Dungaliyo Dikeluhkan Warga, Kapus dan Dinkes Kabupaten Gorontalo Buka Suara
Layanan kesehatan di Puskesmas Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo menjadi sorotan setelah seorang warga menyampaikan keluhannya di media sosial.
Keluhan ini disampaikan oleh Afliani Hikma, warga Desa Kalioso, yang merasa kecewa dengan pelayanan yang ia terima saat berobat.
Unggahan Afliani di Facebook sempat viral, menceritakan pengalamannya yang disebutnya tidak menyenangkan.
Afliani mengaku sudah tujuh hari sakit dengan kondisi gula darah di bawah 50 dan asam urat 10. Karena merasa lemas, ia datang ke Puskesmas Dungaliyo.
Afliani menuturkan bahwa ia merasa terlalu lama menunggu setelah mendaftar.
"Perawat hanya asyik berbincang. Nanti saya tanya, 'ses, masih lama?' Baru itu saya dipanggil masuk ruangan dokter," ujarnya seperti dikutip TribunGorontalo.com, Kamis (18/9/2025).
Ia juga mengaku tersinggung dengan gaya komunikasi dokter yang memeriksanya.
"Dokter bilang dengan nada tinggi, 'aduh, ibu pe gula darah rendah karena tidak makan-makan.' Padahal beliau tidak tahu kondisi saya di rumah," ungkap Afliani.
Selain itu, ia mengalami masalah saat pemeriksaan laboratorium. Petugas lab menyebut stik pemeriksaan gula darah dan asam urat habis.
"Petugas bilang tidak ada stok, tapi juga tidak ada usaha untuk mencarikan," keluhnya.
Puncak kekecewaannya terjadi di apotek, di mana ia kembali menunggu lama.
"Setelah menunggu lama, malah ditanya lagi apakah saya sudah diperiksa dokter. Karena kesal, saya akhirnya memilih pulang tanpa membawa obat," jelas Afliani.
Menanggapi keluhan ini, Kepala Puskesmas Dungaliyo, Sudirman M Umar, memberikan klarifikasi. Ia membantah pasien diabaikan, menjelaskan bahwa Afliani datang pada pukul 09.49 Wita dan langsung masuk antrean klaster tiga (kelompok pasien dewasa).
"Di klaster tiga pasien memang banyak, baik yang dirujuk maupun berobat biasa. Jadi pasien tetap dilayani, hanya saja harus menunggu giliran. Kami sudah menggunakan sistem rekam medik elektronik (RME), sehingga semua harus antre," kata Sudirman saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Kamis.
Terkait dugaan dokter marah, Sudirman menegaskan itu hanya soal gaya komunikasi.
"Dokter tidak marah. Nada bicaranya memang begitu, beliau sudah lama bertugas di sini," ujarnya.
Mengenai stik pemeriksaan yang disebut habis, Sudirman membenarkan stok di laboratorium kosong, namun stik sebenarnya tersedia di ruangan Program Penyakit Tidak Menular (PTM).
"Waktu petugas hendak mengambil stik, pasien sudah terlanjur ke apotek. Karena itu, resep dari dokter belum sempat diinput," jelasnya.
Secara terpisah, dokter yang menangani pasien, Windy Tjoe, juga membantah niat untuk membentak.
"Saya bukan marah-marah. Mungkin nada suara atau gaya komunikasi saya yang dianggap kurang menyenangkan. Saya hanya mensupport ibu itu, saya bilang, ibu harus kuat, harus makan karena punya dua anak kecil. Jadi tidak ada niat saya membentak," tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail T Akase, mengakui bahwa keluhan masyarakat adalah hal yang wajar dalam layanan publik.
"Ini menjadi hal yang harus kita evaluasi juga untuk perbaikan ke depan. Teman-teman sudah turun ke sana dalam rangka melakukan investigasi," kata Ismail.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi tenaga kesehatan dengan pasien.
"Komunikasi itu penting, karena pasien yang datang sudah dalam kondisi sakit dan lemah. Kami akan evaluasi hal ini agar pelayanan benar-benar bisa dirasakan baik oleh masyarakat," tegasnya.
3). DLH Gorontalo Pastikan Tanggung Biaya Perawatan Petugas Kebersihan yang Alami Kecelakaan Kerja
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo memastikan akan menanggung seluruh biaya perawatan Ois Nusi (24), petugas kebersihan yang mengalami kecelakaan kerja saat bertugas, Minggu (14/9/2025).
Kepala Bidang Kebersihan DLH Kota Gorontalo, Ansar Ismail, saat dikonfirmasi Selasa (16/9/2025), mengatakan pihaknya terus memantau kondisi Ois di RSUD Aloe Saboe.
“Kami dari DLH Kota Gorontalo tetap bertanggung jawab penuh. Ois sudah terdaftar dalam jaminan kecelakaan kerja BPJS Ketenagakerjaan, dan biaya perawatan akan ditanggung. Saat kejadian, kami bersama Pak Kadis hadir langsung di rumah sakit memberikan pendampingan,” ujar Ansar.
Ansar menegaskan, evaluasi juga sudah dilakukan untuk meningkatkan pengawasan kerja di lapangan.
“Setiap briefing kami selalu ingatkan mereka agar berhati-hati. Sopir truk pengangkut sampah wajib melakukan pengawasan, " tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa SOP -nya dimana petugas kebersihan dilarang keras untuk naik di atas tumpukan sampah.
"Tidak dibenarkan ada yang naik di atas tumpukan sampah atau di kap mobil. Aturannya jelas, sampah setelah diangkut harus langsung dibuang ke TPA,” tegasnya.
Hingga kini, kondisi Ois masih dalam perawatan intensif. Menurut keterangan kakaknya, Indah Nusi, adiknya sudah menjalani operasi akibat benturan di kepala bagian depan kiri.
Ia menjelaskan, benturan keras di kepala membuat kondisi Ois cukup serius.
“Kepala bagian depan samping yang terbentur, jadi itu yang dioperasi,” tambahnya.
Meski begitu, keluarga mendapat kepastian bahwa seluruh biaya perawatan ditanggung DLH.
“Dari dinas siap tanggung jawab. Saat ini mereka masih urus berkas. Kalau ada pembayaran yang mendesak, kami diminta untuk menalangi dulu, nanti akan diganti,” jelas Indah.
Kecelakaan dialami Ois terjadi saat mengangkut sampah di Kecamatan Kota Tengah Minggu (14/9/2025) sekitar pukul 11.00 Wita
Setelah mengangkut sampah di Jalan Madura, mereka hendak menuju Jalan Kalimantan. Ketika melewati area lapak buah, Ois yang berdiri di bagian belakang truk tidak menyadari ada kabel listrik yang melintang rendah.
“Korban ini berdiri di bagian belakang mobil, sempat diingatkan ada kabel tapi dia tidak sempat dengar,” kata Karim Usman, rekan kerja Ois.
Nahas, leher Ois tersangkut kabel hingga terpental ke belakang. Kepalanya terbentur keras ke aspal dan mengakibatkan luka serius pada kepala dan leher.
“Jadi dia kena kabel sampai jatuh dan salto ke belakang,” tambah Karim.
Korban segera dilarikan ke RSUD Aloe Saboe dan langsung menjalani operasi darurat. Hingga kini, kondisi Ois masih dipantau tim medis, sementara keluarga setia menunggu di luar ruang ICU dengan penuh harap. (*/TribunGorontalo)
Berita Populer Gorontalo
Habib Jafar di Gorontalo
Wisata Hiu Paus Botubarani
Puskesmas Dungaliyo
Husein bin Jafar Al Hadar
| 7 GORONTALO POPULER: Pelantikan 171 Kepsek, 11 Tersangka Narkoba Pohuwato, Kebakaran SMPN 1 Batudaa |
|
|---|
| GORONTALO POPULER: Warga Sumatera Kagum Lihat Kokoo-Kronologi Kasus Pembunuhan Remaja 13 Tahun |
|
|---|
| Top 3 Berita Gorontalo: Nenek Tunanetra Mengeluh Bansos Terhenti hingga Bupati Murka ASN Terlambat |
|
|---|
| GORONTALO POPULER: Mayat Kos Terungkap, Jalan Ippot Tapa Berpasir, UNG Beri Beasiswa Penuh |
|
|---|
| GORONTALO POPULER: Rumah Dibobol Rp75 Juta Raib, Larangan Kandang Ayam, Hingga 268 Pejabat Dilantik |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.