WNA Jatuh di Lombongo
BREAKING NEWS: WNA Belanda Terpeleset di Air Terjun Lombongo, Tim SAR Evakuasi di Medan Sulit
WNA asal Belanda mengalami kecelakaan di kawasan wisata alam Air Terjun Lombongo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu pagi (1
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/EVAKUASI-WNA-asal-Belanda-tampak-kesakitan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Seorang warga negara asing asal Belanda mengalami kecelakaan di kawasan wisata alam Air Terjun Lombongo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu pagi (13/9/2025).
Pria berusia 68 tahun yang diketahui bernama Johannes, atau akrab disapa Hans, diduga terpeleset saat berada di lokasi wisata tersebut.
Informasi dari lapangan menyebutkan, proses evakuasi terhadap Hans telah berlangsung sejak pukul 16.00 Wita.
Tim SAR Gorontalo yang menangani insiden ini menyampaikan bahwa proses penyelamatan berjalan lancar, meski menghadapi tantangan fisik karena bobot tubuh korban yang cukup besar.
Seorang personal SAR mewakili Kasi Operasi Kantor SAR Gorontalo mengonfirmasi bahwa tim masih dalam perjalanan evakuasi dan belum dapat memberikan detail lengkap terkait kondisi korban.
“Evakuasi sedang berlangsung,” ujarnya.
Koordinasi evakuasi melibatkan berbagai unsur layanan darurat dan pendukung lapangan. Berdasarkan komunikasi internal tim.
Informasi yang diterima redaksi TribunGorontalo.com, ada sejumlah ambulance yang sudah stanby di Desa Lombongo.
Backup medis dan logistik disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan selama proses penyelamatan.
Air Terjun Lombongo: Destinasi Asri di Jantung Taman Nasional
Air Terjun Lombongo terletak di Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa, dan merupakan bagian dari kawasan hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.
Meski belum banyak dikenal wisatawan luar, tempat ini menyimpan pesona alam yang menakjubkan dan menjadi habitat penting bagi berbagai spesies endemik Sulawesi.
Taman Nasional ini mencatat keberadaan sekitar 125 jenis burung, 24 mamalia, 23 jenis amfibi dan reptil, serta 289 spesies pepohonan.
Keanekaragaman hayati ini menjadikan kawasan Lombongo sebagai titik konservasi bernilai tinggi.
Dengan jarak tempuh sekitar 45 menit berjalan kaki, Air Terjun Lombongo menawarkan suasana tenang dan alami.
Lokasinya yang belum banyak dijamah membuatnya cocok bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan keindahan alam yang belum tersentuh.
Fasilitas seperti gazebo kecil tersedia di sepanjang jalur, memungkinkan pengunjung beristirahat di tengah perjalanan.
Namun, medan yang menantang dan minimnya pengawasan membuat pengunjung perlu ekstra hati-hati. (*)
| Turis Jatuh di Air Terjun Lombongo, Basarnas Gorontalo Beri Peringatan Penting bagi Wisatawan |
|
|---|
| Identitas 20 Turis Belanda Rombongan Johannes yang Jatuh di Air Terjun Lombongo Gorontalo |
|
|---|
| Fakta-Fakta WNA Asal Belanda, Johannes Hengeveld Terjatuh di Air Terjun Lombongo Gorontalo |
|
|---|
| Johannes, WNA Asal Belanda yang Jatuh di Air Terjun Lombongo Gorontalo Dilarikan ke RSUD Aloe Saboe |
|
|---|
| Sosok Johannes Antonie Hengeveld, WNA Jatuh di Air Terjun Lombongo Gorontalo |
|
|---|