Gorontalo Karnaval Karawo 2025
Gorontalo Karnaval Karawo 2025 Ditunda, Desainer Mengaku Kelimpungan
Pemerintah menunda Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2025 hanya tiga hari sebelum pelaksanaan membuat para pelaku industri kreatif kelimpungan.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM — Keputusan Pemerintah menunda Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2025 hanya tiga hari sebelum pelaksanaan membuat para pelaku industri kreatif kelimpungan.
Salah satunya adalah Eno Makulase, pendiri MM Karawo Agency, yang telah menyiapkan sepuluh kontingen untuk tampil dalam karnaval tahunan tersebut.
“Sebagai desainer memang kemarin itu kaget karena festivalnya ditunda H-3. Tapi semua tergantung kebijakan pemerintah. Kami desainer ini mengikuti saja apa yang sudah ditetapkan,” ujar Eno saat ditemui di sanggarnya di Jalan HB Jasin Agussalim, Kota Gorontalo, Sabtu (6/9/2025).
Baca juga: 4 Arahan Mentan untuk Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu saat Melobi Pertanian
GKK yang seharusnya berlangsung pada 6–9 September itu merupakan ajang budaya sekaligus promosi ekonomi kreatif yang melibatkan UMKM, komunitas seni, dan para desainer lokal.
Puncaknya adalah Karnaval Karawo, parade busana berbahan sulaman khas Gorontalo yang telah dikenal secara nasional.
Eno menyebut bahwa seluruh kontingen yang ia siapkan terdiri dari enam kelompok dinas, dua swasta, serta dua agensi.
Bahkan kontingen ini telah menjalani latihan intensif. Namun penundaan mendadak membuat banyak rencana terganggu, terutama dari sisi pendanaan.
“Sebagai manusia wajar ada kecewa, apalagi soal pendanaan. Karena kalau festivalnya sudah jadi, pembayaran karya-karya kami bisa tersalurkan. Tapi karena ditunda, otomatis pembayaran pun ikut tertunda. Padahal kami sudah keluarkan budget,” ungkapnya.
Meski dirugikan secara finansial, Eno tetap memilih untuk melihat sisi positif dari penundaan ini.
Ia menyebut bahwa waktu tambahan memberi ruang untuk menyelesaikan beberapa rancangan busana yang sebelumnya belum sempat dibuat.
“Ada karya-karya yang tidak sempat saya buat kalau festival tetap digelar di tanggal tujuh. Dengan penundaan ini, konsep itu bisa saya rampungkan. Jadi ada sedikit terobati,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi Gorontalo menjelaskan bahwa penundaan dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat.
Sekretaris Daerah Sofian Ibrahim menyebut bahwa situasi keamanan nasional belum stabil, sehingga pelaksanaan festival dinilai belum tepat.
“Dengan situasi keamanan yang belum stabil di sejumlah daerah, termasuk Gorontalo, kami menilai penyelenggaraan GKK dan HACF 2025 sebaiknya ditunda hingga kondisi benar-benar aman. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Aryanto Husain menambahkan bahwa penundaan bukan berarti pembatalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KARNAVAL-KARAWO-Suasana-di-sanggar-MM-Karawo-Agency.jpg)