Universitas Negeri Gorontalo
Mahasiswa KKN UNG Sulap Batok Kelapa Jadi Produk Ekonomi di Desa Permata Kabupaten Gorontalo
Mahasiswa KKN UNG di Desa Permata olah batok kelapa jadi produk kreatif ramah lingkungan bernilai ekonomi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Batok-kelapa.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Inovasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mulai membuka peluang baru bagi masyarakat Desa Permata, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Gorontalo.
Melalui program pemberdayaan, mereka memperkenalkan cara mengolah batok kelapa menjadi produk kreatif bernilai jual.
Batok kelapa yang selama ini hanya dibuang atau dijadikan limbah, kini dilihat sebagai sumber ekonomi alternatif.
Dengan pelatihan yang diberikan, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan kerajinan tangan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bisa meningkatkan pendapatan keluarga.
Trifandi Lasalewo, Dosen Pembimbing Lapangan menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN di Desa permata itu sendiri bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus, Gemini Besok Kamis 11 September 2025: Cinta, Karier, Keuangan
Sesuai pengamatan di Desa Permata, pohon kelapa tumbuh cukup banyak dan menjadi salah satu potensi alam desa.
Namun, batok kelapa yang melimpah justru sering terbuang begitu saja sebagai limbah, padahal jika dikelola dengan kreatif bisa diubah menjadi produk bernilai ekonomi.
Sehingga lahirlah program dari mahasiswa KKN UNG yang mengubah batok kelapa jadi produk yang memiliki nilai.
“Batok kelapa selama ini hanya dianggap sebagai limbah. Padahal, jika dikelola dengan sentuhan kreativitas, bisa menjadi produk bernilai ekonomi dan mendukung keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.
Trifandi juga berharap melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN dapat menumbuhkan keterampilan baru bagi masyarakat di Desa Permata.
Baca juga: HP Harga Rp2 Jutaan Bisa Wireless Charging, Cek spesifikasi Lengkap Milik Tecno Spark 40 Pro Plus
Selain mendorong kemandirian ekonomi, kegiatan ini juga dapat memperkuat kesadran soal pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal secara bijak dan berkenjutan.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi kreatif dan pelestarian lingkungan,” harapnya.
Kepala Desa Permata, Minggus Harun, optimistis kegiatan ini bisa menjadi pintu masuk berkembangnya usaha kecil berbasis potensi lokal.
“Kalau masyarakat konsisten, produk dari batok kelapa bisa jadi ciri khas desa dan membuka peluang pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, mahasiswa KKN menekankan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat agar lebih menghargai sumber daya sekitar.
Baca juga: 400 Ribu Rumah Bakal Dapat Bantuan Renovasi di 2026, Fokus untuk Warga di Desa dan Daerah Pesisir
Koordinator Desa KKN Permata, Lius Kaaba juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat desa Permata atas sambutan yang hangat selama pelaksanaan KKN.
Ia menegaskan, batok kelapa yang kerap dipandang sebagai limbah tak bernilai, justru bisa menjadi peluang besar jika dikelola secara kreatif dan berkelanjutan
Mereka berharap, keterampilan baru ini dapat menjadi bekal bagi warga untuk lebih mandiri secara ekonomi sekaligus menjaga lingkungan tetap lestari.
"Melalui program ini, kami mahasiswa KKN UNG ingin mengajak seluruh masyarakat untuk melihat potensi ini dan mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi," pungkasnya.
(TribunGorontalo.com/ADV UNG)
Universitas Negeri Gorontalo
UNG
Batok kelapa
Mahasiswa KKN UNG
Desa Permata
Trifandi Lasalewo
Minggus Harun
Lius Kaaba
Eksklusif
| Mahasiswa UNG Berjualan Takjil di Kota Gorontalo, Cari Sumber Dana Kegiatan |
|
|---|
| UNG Kembangkan Riset Kulit Jeruk Nipis, Buka Peluang Produk Herbal dan Nutraseutikal |
|
|---|
| Optimistis 2026 Jadi Momentum Emas, UNG Satukan Visi Tingkatkan Prestasi Mahasiswa |
|
|---|
| FK UNG Resmi Buka Prodi Anestesiologi, Rektor: Fokus Hasilkan Dokter Spesialis Kompeten |
|
|---|
| Wamen Diktisaintek Stella Christie Dorong Peneliti UNG Go Global, Soroti Tantangan dan Peluang Riset |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.