Selasa, 24 Maret 2026

PEMPROV GORONTALO

Kerajinan Karawo Jadi Peluang Ekonomi Anak Muda dan Penyandang Disabilitas di Gorontalo

Seni sulam Karawo tidak hanya menjadi identitas budaya, namun menjadi napas baru bagi generasi muda.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kerajinan Karawo Jadi Peluang Ekonomi Anak Muda dan Penyandang Disabilitas di Gorontalo
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
KERAJINAN KARAWO -- Kabid Industri Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Provinsi Gorontalo, Lyla Laya saat ditemui TribunGorontalo.com pada Selasa (9/9/2025). Kerajinan Karawo kini memberikan peluang ekonomi bagi anak muda hingga penyandang disabilitas. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Seni sulam Karawo tidak hanya menjadi identitas budaya, namun menjadi napas baru bagi generasi muda.

Kerajinan khas Gorontalo ini juga membuka peluang ekonomi bagi lulusan baru hingga penyandang disabilitas.

Kepala Bidang Industri Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Provinsi Gorontalo, Lyla Laya, mengungkapkan bahwa Karawo telah menjadi produk unggulan daerah yang terus dikembangkan.

“Karena menjadi produk unggulan lokal Gorontalo, kita memberikan intervensi program pengembangan Karawo,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).

Dalam upaya pengembangan ini, Diskumperindag berkolaborasi erat dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gorontalo, yang berfokus membina para perajin. Tahun 2025 ini, mereka menitikberatkan pada program capacity building untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. 

Lyla menjelaskan bahwa potensi Karawo sangat besar karena bisa menjangkau semua kalangan. Diskumperindag tidak hanya membina perajin senior, tetapi juga menyasar kelompok-kelompok yang membutuhkan dukungan.

“Beberapa tahun lalu kita bina teman-teman disabilitas dan anak-anak putus sekolah. Kita harapkan di usia muda mereka bisa menyulam,” jelas Lyla.

Dukungan nyata yang diberikan berupa pelatihan intensif selama sebulan untuk mengasah keterampilan, serta bantuan mesin, peralatan, dan bahan baku secara rutin setiap tahun. Hal ini bertujuan agar para perajin dapat terus berproduksi dan meningkatkan kesejahteraannya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bocah 12 Tahun Diduga Dianiaya Oknum Polisi Gorontalo, Korban Alami Trauma

Karawo Tembus Pasar Nasional

Berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia (BI), kerajinan Karawo kini semakin dikenal luas. Produk-produk Karawo Gorontalo bahkan berhasil tampil dalam pentas Indonesian Fashion Week 2025, menunjukkan bahwa kualitasnya diakui secara nasional.

Harga produk Karawo bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung dari kerumitan dan eksklusivitas motifnya.

Dengan perkembangan yang pesat ini, Lyla berharap Karawo tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.

“Semua perajin bisa lebih sejahtera, yang penting itu perajinnya bisa terus eksis menyulam Karawo,” pungkasnya.

 

(tribungorontalo.com/ht)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved