Rabu, 25 Maret 2026

Gerhana Bulan Total di Gorontalo

Gerhana Bulan Total di Gorontalo, Bisa Disaksikan Pukul 02.11 WITA Tanpa Alat Bantu

Warga Gorontalo bisa menyaksikan gerhana bulan total atau Blood Moon pukul 02.11 WITA, aman dilihat tanpa alat bantu, fenomena langka!

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Gerhana Bulan Total di Gorontalo, Bisa Disaksikan Pukul 02.11 WITA Tanpa Alat Bantu
Ilustrasi Tribun Network
FENOMENA ALAM - Akan terjadi gerhana bulan total atau Blood Moon di Gorontalo akan terjadi besok dini hari, Senin 8 September 2025 pukul 02.11 Wita 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Gerhana bulan yang bakal menghiasi langit Indonesia termasuk Gorontalo bakal terjadi besok dini hari, Senin (8/9/2025).

Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi sebagian atau seluruh permukaan bulan.

Sehingga bulan yang biasanya putih akan berubah menjadi merah atau orange akibat pantulan dari cahaya matahari.

Menurut data sebaran dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak gerhana bulan total dapat disaksikan pada pukul 02.11 WITA.

Gerhana bulan ini sebenarnya bisa dilihat sejak pukul 00.26 Wita pada Senin (8/9/2025) dengan fase awal penumbra (Penumbral Eclipse Begins) di mana cahaya bulan hanya sedikit berubah dan sulit terlihat.

Setelah itu pada pukul 01.30 Wita terjadi awal gerhana sebagian saat bagian bulan mulai gelap dan perbedaanya akan terlihat dengan jelas.

Baca juga: Bank Indonesia Buka Lowongan Kerja, Kesempatan Karier di Bank Sentral Terbuka untuk Generasi Muda

Lalu pada pukul 02.11 Wita Gerhana bulan mencapai puncaknya menampilkan seluruh permukaan bulan akan tampak berwarna merah atau blood moon.

Puncak gerhana bulan ini berlangsung sekitar 42 menit sebelum fase berikutnya terjadi.

Setelah itu, pada pukul 02.53 Wita menandai akhir gerhana sebagian (Partial Eclipse Ends) di mana bagian bulan yang gelap perlahan akan terang kembali.

Dan di pukul 04.56 Wita, gerhana bulan berakhir  sepenuhnya (Penumbral Eclipse Ends) di mana cahaya bulan kembali normal.

Seluruh wilayah Gorontalo, dari Kota Gorontalo hingga Kabupaten Pohuwato, dapat menyaksikan fenomena ini.

Baca juga: PPPK Paruh Waktu 2025 Tak Perlu Ikut Seleksi Lagi Biar Jadi ASN, Ini Penjelasannya

Sabar Muliadi Lumban Gaol, Staf Operasional Stasiun Geofisika Gorontalo, memastikan fenomena gerhana bulan ini aman diamati langsug dengan mata telanjang.

“Gerhana bulan bisa dilihat langsung dengan mata telanjang,” kata Sabar.

Menurutnya, gerhana bulan ini tidak seperti gerhana matahari yang tidak disarankan melihatnya langsung karena adanya paparan radiasi UV dari matahari yang berbahaya bagi kesehatan mata.

Sedangkan gerhana bulan hanyalah pantulan dari cahaya matahari.

"Aman, karena terjadinya gerhana bulan karena cahaya matahari yang mengenai permukaan bulan terhalangi bayangan bumi," jelasnya.

Namun, jika ingin melihat fenomena ini dengan lebih jelas, penggunaan teleskop sangat disarankan.

Baca juga: Lokasi Terbaik Menyaksikan Gerhana Bulan Total Malam Ini 7 September 2025

Apalagi bagi warga yang ingin melihat secara jelas fenomena ini terjadi.

"Akan lebih jelas dan efektif bila memantau menggunakan teleskop,” sambungnya.

Fenomena ini diprediksi menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menyaksikan indahnya langit malam. 

Blood Moon tidak hanya sekadar peristiwa astronomi, melainkan juga momentum langka untuk semakin mengenal keagungan ciptaan Tuhan.

Lokasi terbaik mengamati gerhana bulan total

Bagi Anda yang ingin menyaksikan pemandangan terbaik, BMKG menyarankan untuk mencari lokasi yang tinggi dan minim polusi cahaya.

Berikut tempat terbaik untuk melihat Gerhana Bulan Total malam hari nanti.

  • Atap Rumah atau Balkon:
    Lokasi ini menawarkan sudut pandang yang lebih luas dan minim halangan dari bangunan lain.
  • Lapangan Terbuka atau Taman:
    Area terbuka seperti lapangan atau taman kota menjadi pilihan ideal karena tidak terhalang pepohonan atau bangunan tinggi.
  • Wilayah Jauh dari Lampu Kota:
    Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, pergilah ke daerah yang jauh dari keramaian kota. Langit yang lebih gelap akan membuat fenomena gerhana terlihat lebih jelas.

Gerhana ini dapat disaksikan dengan mata telanjang. Namun, jika Anda ingin melihat detailnya lebih dekat, gunakan teropong atau teleskop. 

Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Dikutip dari kitab Nihayatuz Zain, berikut adalah urutan dan tata cara pelaksanaan salat gerhana bulan.

Niatkan salat di dalam hati saat takbiratul ihram.

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: "Saya salat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah swt."

Rakaat Pertama:

  1. Mengucap takbiratul ihram dan membaca niat.
  2. Lalu membaca taawudz, Surat Al-Fatihah, lalu dilanjutkan membaca surat panjang seperti Surat Al-Baqarah.
  3. Kemudian rukuk dengan durasi yang dianjurkan sepanjang membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.
  4. Lanjut I'tidal.
  5. Kembali membaca Surat Al-Fatihah, lalu dilanjutkan dengan surat panjang lainnya seperti Surat Ali Imran.
  6. Rukuk kedua, dianjurkan selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.
  7. I'tidal kedua dan membaca doa i'tidal.
  8. Sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua. Durasi sujud dianjurkan selama rukuk pertama dan kedua.

Rakaat Kedua:

  1. Bangkit dari sujud dan berdiri untuk rakaat kedua.
  2. Gerakannya sama dengan rakaat pertama. Perbedaannya, dianjurkan untuk membaca Surat An-Nisa setelah Al-Fatihah pada berdiri pertama, dan membaca Surat Al-Maidah pada berdiri kedua.
  3. Setelah sujud kedua, dilanjutkan dengan tasyahud akhir dan salam.
  4. Setelah salat, imam atau orang yang diberi wewenang menyampaikan dua khutbah. Khutbah ini berisi anjuran untuk beristigfar, meningkatkan ketakwaan, bertaubat, bersedekah, dan perbuatan baik lainnya.

Doa saat gerhana bulan:

اللَّهُمَّ يَا مَنْ بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ، وَبَارِكْ لَنَا فِي هَذِهِ الْلَيْلَةِ، وَاجْعَلْهَا لَيْلَةَ رَحْمَةٍ وَمَغْفِرَةٍ وَعَافِيَةٍ، وَنَجِّنَا مِنْ شَرِّ مَا قَضَيْتَ، وَارْحَمْنَا إِذَا تَوَفَّيْتَ، وَأَتْمِمْ عَلَيْنَا نِعْمَتَكَ، وَأَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Artinya:

"Ya Allah, wahai Dzat yang di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, limpahkanlah rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Berkahilah kami pada malam ini, jadikanlah malam ini sebagai malam rahmat, ampunan, dan keselamatan.

Selamatkan kami dari keburukan takdir-Mu, rahmatilah kami ketika Engkau mewafatkan kami, sempurnakanlah nikmat-Mu atas kami, dan aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Paling Penyayang."

Itulah bacaan doa dan tata cara salat Gerhana Bulan. Wallahua'lam Bissawab. 

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved