Berita Gorontalo
Alasan Penundaan Gorontalo Karnaval Karawo 2025 Diungkap Sekdaprov
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim mengonfirmasi alasan penundaan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2025.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1982023_Peserta_Gorontalo-Karnaval-Karawo_002.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim mengonfirmasi alasan penundaan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2025.
Jadwal sebelumnya agenda bersama Hulontalo Art and Caft Festival (HACF) ini bakal digelar pada 6-9 September 2025.
Namun sehari sebelum acara, mendadak Pemerintah Provinsi sebagai penyelenggara agenda tahunan ini menginformasikan penundaan agenda tersebut.
Sofian pun menjelaskan duduk persoalan agenda tersebut dibatalkan. Menurutnya, pembatalan berkaitan dengan kondisi saat ini.
Secara nasional maupun lokal, kondisi belum kondusif. Masih terjadi dinamika sosial yang ditakutkan berdampak buruk baik terhadap acara tersebut maupun keamanan.
Baca juga: 311 Honorer Kota Gorontalo Tak Tercover BKN, 122 Diantaranya Terhapus dari Sistem
"GKK dan HACF ini akan ditunda hingga situasi keamanan bisa kembali kondusif," ucapnya Sofian.
Memang kata Sofian, tak mudah pihaknya harus memutuskan pembatalan yang acaranya tinggal menghitung jam.
Namun, secara hati-hati, keputusan itu harus dibuat demi keselamatan dan keamanan masyarakat. Dua hal ini jadi prioritas kata dia.
Meski begitu, Sofian mengapresiasi dukungan masyarakat yang memaklumi keputusan tersebut, termasuk yang terlibat langsung.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelaku UMKM, komunitas resmi, mitra kerja, seluruh tamu undangan dan seluruh masyarakat yang telah sangat menanti-nantikan penyelenggaraan GKK dan HACF ini di tahun 2025," ucap dia.
Kata Sofian, pikanya berkomitmen agar dua agenda yang masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) tersebut tetap terlaksana tahun ini.
Masyarakat diminta menunggu informasi selanjutnya. Sebab agenda ini hanya ditunda bu
Untuk informasi mengenai pelaksanaan kembali, kata Sekda, akan disampaikan melalui media resmi pemerintah daerah maupun pihak terkait.
"Kita semua tentunya semangat untuk mengenalkan budaya Gorontalo dan mendorong ekonomi kreatif," kata Sekda.
Festival Karawo pertama kali digelar pada 17–18 Desember 2011, diprakarsai oleh Bank Indonesia Gorontalo dan komunitas Masyarakat Fotografi Gorontalo (MFG).