Demo Mahasiswa Gorontalo
11 Mahasiswa Gorontalo Masih Ditahan Polisi Pasca-Demo, Ini Identitas Mereka
Sebanyak 11 mahasiswa masih ditahan pihak kepolisian setelah unjuk rasa di Simpang Lima Telaga, Gorontalo, berakhir ricuh
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Arif-Bina-saat-digandeng-oleh-aparat-kepolisian.jpg)
Di sisi lain, aparat kepolisian tampak bersiaga sejak pagi untuk mengantisipasi membeludaknya jumlah demonstran dan menjaga ketertiban.
Kehadiran ratusan mahasiswa di Simpang Lima Telaga menandai eskalasi baru dari gerakan Cipayung Plus Gorontalo.
Titik ini menjadi simbol tekanan mahasiswa terhadap pemerintah daerah agar segera merespons tuntutan mereka.
Awalnya, unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari Aliansi Cipayung Plus Gorontalo di Perlimaan Telaga berlangsung damai.
Namun, situasi berubah tegang saat hari mulai gelap. Massa aksi menolak membubarkan diri dan terlibat bentrok dengan aparat.
Kericuhan terjadi ketika sejumlah pengunjuk rasa mulai melempar batu ke arah barikade polisi.
Aparat pun merespons dengan mengerahkan kendaraan water canon untuk memukul mundur massa.
Aksi saling kejar pun tak terhindarkan, polisi sontak mengejar mahasiswa yang diduga menjadi biang kerok kericuhan.
Beberapa mahasiswa berhasil diamankan dan langsung dibawa ke kantor polisi.
(TribunGorontalo.com/Red)