Demo Mahasiswa Gorontalo
11 Mahasiswa Gorontalo Masih Ditahan Polisi Pasca-Demo, Ini Identitas Mereka
Sebanyak 11 mahasiswa masih ditahan pihak kepolisian setelah unjuk rasa di Simpang Lima Telaga, Gorontalo, berakhir ricuh
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Arif-Bina-saat-digandeng-oleh-aparat-kepolisian.jpg)
Jefriyanto Rahim (LLID)
Fikran Pango (Universitas Muhammadiyah Gorontalo)
Mohammad Fais Ponto (Universitas Negeri Gorontalo)
Moh Umar (Universitas Negeri Gorontalo)
Reyehan Liputo (Universitas Negeri Gorontalo)
Mohammad Fajri (Universitas Negeri Gorontalo)
Sementara itu, tiga mahasiswa lainnya yang sempat diamankan—Zakaria Pers, Masru Punu, dan Ramadan—telah dibebaskan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap mahasiswa bersangkutan.
Baca juga: Gubernur Gorontalo Janji Kawal Tuntutan Mahasiswa ke Kemendagri
Kronologi Aksi hingga berakhir ricuh
Aksi unjuk rasa ini dimulai oleh ratusan mahasiswa dari Aliansi Cipayung Plus Gorontalo.
Mereka berkumpul sejak pukul 13.00 Wita di depan kantor DPRD Kota Gorontalo, sebelum akhirnya bergerak menuju titik konsentrasi utama, yaitu perlimaan Telaga.
Gelombang massa semakin membesar ketika mahasiswa dari Kampus 3 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ikut bergabung.
Saat tiba di perlimaan Telaga, massa langsung menduduki ruas jalan utama, menyebabkan Poros Jalan John Ario Katili lumpuh total. Kendaraan terpaksa berhenti karena jalanan dikuasai mahasiswa.
Meskipun jumlah massa semakin banyak, situasi awalnya terpantau kondusif.
Para mahasiswa fokus menyampaikan aspirasi dari atas jalan menggunakan pengeras suara. Perwakilan dari berbagai organisasi mahasiswa tampil bergantian menyampaikan tuntutan.
Hingga sore tadi, orasi terus bergema, dan massa aksi semakin solid.