Viral Gorontalo
Pesta DJ di Tengah Banjir Hulawa Tuai Kecaman DPRD Gorontalo, Perusahaan Diminta Tegas Beri Sanksi
Video pesta dengan iringan musik DJ di lingkungan perusahaan tambang emas PT Merdeka Gold Resources Tbk
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Mikson-Yapanto-dan-tangkapan-video-viral.jpg)
Ringkasan Berita:
- Video pesta DJ di area PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR) viral
- Anggota DPRD Gorontalo, Limonu Hippy dan Mikson Yapanto, menyesalkan peristiwa tersebut, menilai minim empati sosial
- DPRD menekankan perlunya sanksi tegas serta konsistensi kepedulian internal dan eksternal terhadap warga
TRIBUNGORONTALO.COM – Video pesta dengan iringan musik DJ di lingkungan perusahaan tambang emas PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR) viral dan menuai kecaman luas.
Kegiatan hiburan tersebut berlangsung saat warga Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, tengah berjuang menghadapi banjir.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Limonu Hippy, menyampaikan penyesalan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menilai kegiatan itu mencerminkan minimnya empati sosial di tengah situasi bencana.
“Tidak memiliki hati nurani dan rasa sepenanggungan,” tegasnya, Jumat (2/1/2026).
Menurut Limonu, peristiwa itu semakin menyakitkan karena terjadi ketika warga Hulawa masih berjuang menghadapi dampak banjir. Ia menekankan bahwa lokasi perusahaan tempat pesta digelar juga berada di desa terdampak.
Selain itu, Limonu mengingatkan bahwa pemerintah daerah sebelumnya telah mengeluarkan edaran agar seluruh pihak menahan diri dan tidak menggelar kegiatan seremonial.
“Di samping daerah kita, daerah lain seperti Sumatera dan Aceh sedang berduka dilanda bencana besar. Tentu penting bagi kita untuk merasakan sepenanggungan. Apalagi lokasi banjir ini berada di desa tempat PGM beroperasi di bidang pertambangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, edaran pemerintah daerah seharusnya menjadi acuan bersama dan wajib ditaati seluruh pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah terdampak bencana.
“Itu sungguh menyakitkan perasaan masyarakat Pohuwato,” katanya.
Limonu mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan pihak manajemen perusahaan pada malam kejadian. Direktur perusahaan mengakui adanya kegiatan tersebut dan segera menginstruksikan agar dihentikan.
Meski demikian, Limonu menilai perusahaan seharusnya sejak awal menunjukkan empati dan kepekaan sosial terhadap kondisi warga sekitar.
Ia berharap pimpinan perusahaan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang berinisiatif menggelar pesta tersebut.
“Jika pimpinan tidak menjatuhkan sanksi, patut diduga kegiatan itu dilakukan dengan persetujuan atasan. Mengetahui atau tidak, mereka tidak cukup hanya meminta maaf,” tegasnya.
Terkait bantuan yang telah disalurkan perusahaan kepada korban banjir, Limonu menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewajiban dan tidak serta-merta menghapus kejadian yang viral.
“Itu sudah menjadi kewajiban. Dari luar daerah saja turut membantu, apalagi mereka yang berusaha di wilayah tersebut,” katanya.
Ia juga menyebut kemungkinan pemanggilan pihak perusahaan akan dibicarakan di tingkat lembaga DPRD Provinsi Gorontalo.
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo lainnya, Mikson Yapanto, juga menyesalkan kejadian tersebut. Ia menyebut pesta itu merupakan inisiatif oknum pegawai internal perusahaan.
“Ini inisiatif pegawai di dalam,” kata Mikson.
Baca juga: Kronologi Penikaman di Cafe Starlight Gorontalo, Pria 30 Tahun Sempat Cekcok sebelum Tewas
Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah menghubungi direktur perusahaan saat kejadian berlangsung, dan pegawai yang terlibat sudah diberhentikan.
Mikson menilai pesta tersebut sangat tidak pantas dilakukan di tengah kondisi masyarakat yang sedang tertimpa banjir.
“Harus ada sedikit kepedulian,” ujarnya.
Meski demikian, Mikson mengakui perusahaan telah menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir. Ia menilai kepedulian eksternal seharusnya sejalan dengan kepedulian internal.
Politisi Nasdem ini menambahkan, perusahaan juga melakukan upaya teknis di lapangan, seperti membersihkan saluran air dan membantu warga, yang patut diapresiasi.
Terkait penyebab banjir, Mikson menegaskan bahwa berdasarkan hasil peninjauan, aktivitas pertambangan berjalan sesuai ketentuan dan berada di bawah pengawasan negara.
“Perusahaan jelas diawasi negara. Saat kunjungan Komisi II lalu, terlihat ada tahapan proses sehingga air bisa keluar,” ujarnya.
Sebagai upaya pencegahan, perusahaan juga melakukan reboisasi di beberapa lereng.
“Sehingga air ketika turun bukan lagi dalam bentuk lumpur,” pungkasnya.
Sebelumnya, video pesta DJ di area perusahaan tambang emas PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR) viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.
Peristiwa itu dinilai mencederai rasa empati dan sensitivitas sosial perusahaan terhadap masyarakat yang tengah terdampak banjir di Desa Hulawa.
Setelah menuai gelombang kritik, pihak perusahaan menyampaikan permintaan maaf secara tertulis. Dokumen PDF yang beredar luas berisi pernyataan manajemen Pani Gold Mine, salah satu unit operasi MGR.
Dalam pernyataan itu, manajemen menyebut telah melakukan evaluasi internal menyeluruh atas peristiwa yang terekam dalam video. Mereka meminta maaf kepada pemerintah daerah dan masyarakat Bumi Panua.
Perusahaan menegaskan bahwa perilaku dalam video tidak sejalan dengan nilai profesionalisme, empati sosial, serta tata perilaku perusahaan.
Manajemen juga menyatakan telah mengambil tindakan sesuai ketentuan internal, sekaligus memperkuat disiplin dan kepedulian sosial ke depan.
Di sisi lain, perusahaan menyampaikan komitmen untuk tetap melanjutkan proses pemulihan pascabanjir di Desa Hulawa.
Sejumlah bantuan disebut telah disalurkan, mulai dari pembersihan rumah dan masjid, perbaikan akses jalan, perbaikan pipa PDAM, hingga penyaluran makanan.
Manajemen menegaskan bahwa perusahaan berupaya hadir dan membersamai masyarakat dalam masa pemulihan.
Empati mendalam juga disampaikan kepada seluruh warga terdampak banjir. Perusahaan berharap proses pemulihan berjalan baik agar masyarakat kembali beraktivitas normal.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.