Berita Viral
Terkuak Motif Pemukulan Oknum TNI ke Driver Ojol, Teguh hingga Alami Luka Serius di Pontianak
Driver ojol di Pontianak dipukul oknum TNI hingga patah hidung dan memar di mata. Ini motifnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TNI-pukul-Ojol.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kasus pemukulan yang melibatkan oknum TNI berinisial F terhadap seorang driver ojek online (ojol) bernama Teguh, menghebohkan warga Pontianak pada Sabtu (20/9/2025).
Peristiwa terjadi di Jalan Seruni, Kecamatan Pontianak Timur, sekitar pukul 14.00 WIB.
Akibat pemukulan tersebut, Teguh mengalami luka serius pada bagian wajah.
Hantaman keras yang mengenai hidung membuat tulang tipis di area tersebut patah, sementara benturan juga menimbulkan pecahnya pembuluh darah di sekitar mata.
Kondisi inilah yang menyebabkan munculnya memar atau lebam cukup parah.
Menurut keterangan medis, hidung memang merupakan bagian yang paling rentan patah saat terkena pukulan karena letaknya menonjol, sedangkan memar di sekitar mata bisa terjadi akibat aliran darah dari hidung yang cedera merembes ke jaringan lunak di sekitarnya.
Hal ini menjelaskan mengapa Teguh tidak hanya mengalami patah tulang hidung, tetapi juga lebam di area mata setelah insiden pemukulan tersebut.
Motif dari aksi pemukulan tersebut mulai terungkap dalam pemeriksaan di Mapomdam XII/Tanjungpura.
Baca juga: Setelah Pengisian DRH, Peserta PPPK Paruh Waktu Masih Hadapi 5 Tahapan Menuju ASN, Cek Selengkapnya
Mapomdam XII/Tanjungpura adalah Markas Polisi Militer Kodam XII/Tanjungpura yang berkedudukan di Pontianak, Kalimantan Barat.
Satuan ini bertugas menegakkan hukum, disiplin, dan tata tertib di lingkungan prajurit TNI AD di wilayah Kodam XII/Tanjungpura, termasuk menangani perkara pelanggaran pidana maupun etik yang melibatkan anggota TNI.
Wakapendam XII/Tanjungpura, Letkol Inf Agung W Palupi, menjelaskan bahwa F saat itu tengah terburu-buru karena hendak mengantarkan anaknya yang sakit ke rumah sakit.
Dalam kondisi lalu lintas padat, terjadi insiden serempetan dengan motor korban yang membuat F kehilangan kendali emosi.
“Yang bersangkutan sedang terburu-buru karena anaknya sakit berada di dalam mobil. Saat ada kejadian serempetan di jalan, pelaku menjadi emosi lalu memukul korban,” ujar Letkol Agung.
Usai peristiwa itu, F langsung menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga korban dan komunitas ojol.
Ia juga berjanji menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta siap menjalani proses hukum di pengadilan militer.