Berita Nasional
MPR Copot Juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar Usai Polemik Jawaban Peserta Viral
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI akhirnya mengambil langkah tegas setelah polemik penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MPR-Majelis-Permusyawaratan-Rakyat-MPR-RI-menonaktifkan-dewan-juri.jpg)
Ringkasan Berita:
- MPR RI menonaktifkan dewan juri dan MC LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat setelah polemik penilaian peserta viral di media sosial.
- Keputusan itu diambil usai muncul protes karena jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dianggap salah, sementara jawaban serupa dari tim lain dinilai benar.
- MPR juga meminta maaf dan memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penilaian dan mekanisme perlombaan.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI akhirnya mengambil langkah tegas setelah polemik penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat ramai menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.
Melalui pernyataan resmi yang diunggah akun Instagram MPR RI pada Selasa (12/5/2026), panitia dari Sekretariat Jenderal MPR RI menyatakan telah menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara atau MC yang bertugas dalam pelaksanaan lomba tersebut.
“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” tulis pernyataan resmi MPR RI.
Baca juga: Kemendagri Minta Maaf : Masih Bisa Fotokopi dan Serahkan KTP saat Check-in Hotel
Selain itu, MPR RI juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul selama pelaksanaan lomba berlangsung.
Pihaknya mengakui adanya kelalaian dalam proses penilaian yang kemudian memicu polemik di tengah masyarakat.
“MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian Dewan Juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat,” lanjut pernyataan tersebut.
MPR menegaskan bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda seharusnya menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang sehat dan konstruktif.
Karena itu, evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap teknis perlombaan, termasuk sistem penilaian hingga mekanisme keberatan peserta agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel,” tulis MPR.
Polemik ini bermula saat babak final LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat yang berlangsung di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026).
Saat sesi rebutan, peserta dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan terkait proses pemilihan anggota BPK dengan jawaban:
“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.”
Namun jawaban tersebut justru dinilai salah dan membuat regu mendapat pengurangan poin.
Tak lama kemudian, peserta dari sekolah lain memberikan jawaban yang dinilai publik hampir identik dan justru dianggap benar oleh juri.
| Heboh Gudang Penadah Motor di Jakarta Selatan, Polisi Temukan 1.494 Unit |
|
|---|
| Ayu Aulia Hebohkan Media Sosial, Curhatan soal Bupati Inisial R Jadi Perbincangan |
|
|---|
| Aturan Penagihan Pinjol OJK, Ini Batasan Waktu Menghubungi Nasabah |
|
|---|
| Tak Perlu Lagi Fotokopi e-KTP, Ini Opsi Aman dari Sanksi Pidana dan Denda |
|
|---|
| 15 Ribu Pekerja Kena PHK, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Hak JKP Tetap Cair |
|
|---|