Selasa, 12 Mei 2026

Nasional

Mahfud MD Sebut Banyak Proses Hukum Dipaksakan, Tersangka Sudah Diterget Duluan

Dalam perbincangan di kanal YouTube pribadinya pada Senin (11/5/2026), Mahfud menilai banyak proses hukum belakangan justru memunculkan

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Mahfud MD Sebut Banyak Proses Hukum Dipaksakan, Tersangka Sudah Diterget Duluan
TribunGorontalo.com
HUKUM -- Mahfud MD soroti proses hukum di Indonesia, tersangka sudah diseting duluan. 

“Bisa karena tekanan, ancaman, ingin naik pangkat, atau karena pernah terlibat sesuatu sehingga takut dibuka,” katanya.

Mahfud turut menyoroti pentingnya unsur mens rea atau niat jahat dalam perkara korupsi.

Ia menilai kerugian negara saja tidak cukup dijadikan dasar pidana apabila tidak ditemukan unsur penyalahgunaan wewenang atau keuntungan pribadi.

“Sekarang yang jadi soal, mens reanya di mana? Jangan sampai kebijakan dikriminalisasi,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga membahas fenomena Presiden yang beberapa kali ikut merespons kasus hukum yang menuai kontroversi.

Ia menilai langkah tersebut bisa dipahami dalam kondisi tertentu, namun tidak boleh terus-menerus terjadi karena dapat melemahkan independensi lembaga peradilan.

FOTO STOK -- Momen mahfud MD dalam debat capres.
FOTO STOK -- Momen mahfud MD dalam debat capres. (Tangkap layar YouTube KPU RI)

“Presiden turun tangan itu bagus kalau situasinya memang buruk. Tapi jangan sampai pengadilan menyebabkan Presiden harus terus turun tangan,” katanya.

Tak hanya itu, Mahfud juga membela langkah DPR yang aktif mengawasi sejumlah perkara hukum yang menjadi perhatian publik.

Menurutnya, fungsi pengawasan DPR memang diperlukan selama tidak mencampuri substansi putusan hukum.

“Yang salah itu bukan DPR-nya. Yang salah kalau sampai proses hukum yang aneh itu masuk dan menjadi kegaduhan nasional,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Mahfud mengaku khawatir kondisi tersebut dapat membuat generasi muda takut mengambil keputusan strategis atau berprestasi untuk negara karena khawatir berujung kriminalisasi kebijakan.

“Kalau caranya seperti ini, generasi muda takut berprestasi untuk negara,” katanya.

Dalam wawancara yang sama, Mahfud juga sempat menceritakan pertemuannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam acara keluarga seniman Soimah Panjowati di Yogyakarta.

Ia menyebut pertemuan berlangsung santai dan tidak membahas politik.

“Kami ngobrol biasa saja, cerita masa lalu waktu di kabinet. Sama sekali tidak bicara politik,” ujarnya.

(*)

Baca juga: Heboh Lomba Cerdas Cermat di Pontianak, Juri Diduga Curang hingga Diprotes Siswa

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved