Senin, 20 April 2026

LPG Nonsubsidi Naik

BBM dan LPG Nonsubsidi Kompak Naik, Beban Kelas Menengah Makin Berat!

Kenaikan BBM dan LPG nonsubsidi bikin kelas menengah terjepit. Tak dapat subsidi, tapi beban hidup melonjak di tengah harga kebutuhan yang ikut naik.

Tayang:
Editor: Tita Rumondor
zoom-inlihat foto BBM dan LPG Nonsubsidi Kompak Naik, Beban Kelas Menengah Makin Berat!
Tribun Jabar/Gani
TABUNG GAS LPG SUBSIDI - Warga antre membeli gas LPG 3 kg di Pangkalan Gas, Jalan Terusan Suryani, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (3/2/2025). Kenaikan BBM dan LPG nonsubsidi bikin kelas menengah terjepit. Tak dapat subsidi, tapi beban hidup melonjak di tengah harga kebutuhan yang ikut naik. 

Bahkan, kebutuhan sehari-hari lain ikut terdampak.

“Mau berhenti beli gas, jadinya beli makan aja. Eh tapi plastiknya mahal, kanan kiri kena deh,” tuturnya.

Keluhan serupa disampaikan Ismail Alburji (40). Ia merasa kenaikan harga LPG 12 kg cukup memberatkan anggaran rumah tangganya.

“Kalau naik sedikit mungkin masih bisa ditoleransi, tapi kalau terus-terusan naik ya berat juga. Pengeluaran bulanan jadi semakin besar,” ujarnya.

Ismail menilai posisi kelas menengah kerap terabaikan.

Tidak mendapat subsidi, namun terus dibebani kenaikan harga.

“Kita ini di tengah-tengah. Tidak pakai subsidi, tapi jangan naikin harga terus-terusan,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi atau kebijakan pengendalian harga agar tekanan terhadap masyarakat tidak semakin besar.

Baca juga: Resmi! Terjadi Kenaikan Harga BBM di Gorontalo, Begini Pantauannya di SPBU

Hal senada diungkapkan Michael (24), warga Kalideres, Jakarta Barat.

Ia mengaku baru mengetahui kenaikan harga gas dan langsung merasakan dampaknya.

“Baru tahu juga nih kalau harganya naik, lumayan juga Rp40.000 kan, berasa juga kenaikannya,” ujarnya.

Michael menilai kenaikan harga energi biasanya akan diikuti kenaikan harga barang lain di pasaran.

Ia bahkan sudah memperkirakan tren ini, melihat dinamika global seperti konflik geopolitik yang berdampak pada energi.

“Sebenarnya sudah expected sih, karena lumayan ngikutin harga tiket pesawat yang bergantung sama avtur. Terus harga baru Pertamax Dex dan Pertamax Turbo yang naiknya jauh banget, jadi pasti gas nyusul,” jelasnya.

Sementara itu, Pudji (50), yang telah lama menggunakan LPG nonsubsidi, juga merasakan tekanan yang semakin berat. Ia menilai kenaikan harga saat ini terjadi di waktu yang kurang tepat, ketika kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak stabil.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved