Bansos 2026
Daftar Penerima Bansos 2026 Diubah: Kemensos Hapus 11 Ribu KPM, Cek Nama Anda Sekarang!
Kementerian Sosial (Kemensos) resmi telah melakukan pembaharuan data dari daftar penerima bantuan sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/CEK-BANSOS-Cukup-menggunakan-HP-begin-cara-cek-Bansos-BPNT.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kemensos resmi mencoret belasan ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari daftar PKH dan BPNT karena dianggap sudah mampu atau terjadi inclusion error
- Bansos dijadwalkan mulai cair pada minggu ketiga April 2026 atau paling lambat sebelum akhir bulan melalui Bank Himbara dan PT Pos
- Masyarakat diminta mengecek status kepesertaan melalui aplikasi "Cek Bansos" atau situs cekbansos.kemensos.go.id
TRIBUNGORONTALO.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) resmi telah melakukan pembaharuan data dari daftar penerima bantuan sosial.
Melansir dari Kompas.com via Tribun Tangerang, sebanyak 11.014 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) resmi dihapus dari daftar penerima bantuan sosial Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan bantuan tepat sasaran, sehingga masyarakat diminta segera mengecek apakah namanya masih tercantum atau ikut tereliminasi. Total ada belasan ribu yang kini dicoret dari penerima bansos, lantas apakah nama kamu termasuk?
Daftar penerima bansos yang dihapus beberapa di antaranya berasal dari bantuan reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Pembersihan data ini menyasar mereka yang dianggap sudah tidak layak lagi menerima kucuran dana dari negara.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar turut membenarkan penghapusan ribuan nama penerima bansos. Ia menyebutkan bahwa proses verifikasi dilakukan secara ketat untuk menyaring warga yang status ekonominya sudah meningkat.
"Kami sudah membersihkan masyarakat yang tadinya menerima bansos, kami cermati semestinya dia adalah orang-orang yang tidak perlu menerima bansos atau dibersihkan sekitar 11.014 orang," katanya, Senin.
Amalia Adininggar menjelasakan penghapusan belasan ribuan nama itu bukan tanpa alasan, mereka dianggap inclusion error. Hal ini menjadi peringatan bagi warga agar rutin memantau status bantuan mereka secara mandiri.
Inclusion error atau kesalahan data seperti halnya kelompok yang masuk kategori mampu justru masuk dalam daftar penerima bansos, nama-nama itulah yang kini dihapus. Pemerintah berupaya agar anggaran bansos benar-benar jatuh ke tangan warga yang membutuhkan.
"Tadi ada sekitar 1.551 luar ke berada di desil lima sampai 10. Ini sudah menjadi bagian dari inklusiin error yang 11.014 itu," lanjut Amalia.
Namun, apabila ada data nama penerima yang masuk kategori tidak mampu namun namanya terhapus dapat mengajukan komplain keberatan melalui saluran resmi Kemensos. Langkah ini penting dilakukan jika Anda merasa menjadi korban salah hapus data.
Beberapa yang dapat diakses seperti lewat operator desa, RT dan RW, Dinas Sosial, Command Center 121 atau WA Center 08877171171. Jangan menunda untuk melakukan konfirmasi jika bantuan Anda tiba-tiba terhenti.
Jadwal Pencairan Terupdate
Penyaluran bansos Kemensos mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Tak paten, data tersebut terus diperbaharui setiap tiga bulan sekali. Triwulan ini, Kemensos mendapatkan data lebih cepat daripada sebelumnya.
"Untuk triwulan II ini alhamdulillah bisa menerima DTSEN lebih cepat, biasanya di tanggal 20, sekarang kami bisa terima tanggal 10," beber Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Senin (13/4/2026).