Kamis, 16 April 2026

Bansos 2026

Cek Nama Anda Sekarang! 11 Ribu Penerima Bansos PKH dan BPNT Dicoret

11.014 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) resmi dihapus dari daftar penerima bantuan sosial PKH maupun BPNT.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cek Nama Anda Sekarang! 11 Ribu Penerima Bansos PKH dan BPNT Dicoret
Freepik
CEK BANSOS -- Ilustrasi Aplikasi Cek Bansos. Simak cara cek Bantuan Sosial (Bansos) 2026. Cek nama Anda, sebanyak 11 ribu KPM dicoret Kemensos (Sumber: Freepik) 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 11.014 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) resmi dicoret dari daftar bansos PKH dan BPNT karena dianggap sudah mampu (inclusion error) berdasarkan verifikasi ketat dari Kemensos dan BPS
  • Penyaluran bansos triwulan II 2026 ditargetkan mulai cair pada minggu ketiga bulan April ini dan dipastikan selesai paling lambat sebelum akhir bulan.
  • Masyarakat diminta segera mengecek status kepesertaan secara mandiri melalui aplikasi "Cek Bansos" atau situs resmi Kemensos

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Tribunners, segera pastikan status kepesertaan Anda dalam program bantuan pemerintah, sebab Kementerian Sosial (Kemensos) baru saja melakukan pembersihan data besar-besaran.

Melansir dari Kompas.com via Tribun Tangerang, sebanyak 11.014 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) resmi dihapus dari daftar penerima bantuan sosial Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Langkah tegas ini diambil untuk memastikan bantuan tepat sasaran, sehingga masyarakat diminta segera mengecek apakah namanya masih tercantum atau ikut tereliminasi. Total ada belasan ribu yang kini dicoret dari penerima bansos, lantas apakah nama kamu termasuk?

Daftar penerima bansos yang dihapus beberapa diantaranya berasal dari bantuan reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Pembersihan data ini menyasar mereka yang dianggap sudah tidak layak lagi menerima kucuran dana dari negara.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar turut membenarkan penghapusan ribuan nama penerima bansos. Ia menyebutkan bahwa proses verifikasi dilakukan secara ketat untuk menyaring warga yang status ekonominya sudah meningkat.

"Kami sudah membersihkan masyarakat yang tadinya menerima bansos, kami cermati semestinya dia adalah orang-orang yang tidak perlu menerima bansos atau dibersihkan sekitar 11.014 orang," katanya, Senin.

Amalia Adininggar menjelasakan penghapusan belasan ribuan nama itu bukan tanpa alasan, mereka dianggap inclusion error. Hal ini menjadi peringatan bagi warga agar rutin memantau status bantuan mereka secara mandiri.

Inclusion error atau kesalahan data seperti halnya kelompok yang masuk kategori mampu justru masuk dalam daftar penerima bansos, nama-nama itulah yang kini dihapus. Pemerintah berupaya agar anggaran bansos benar-benar jatuh ke tangan warga yang membutuhkan.

"Tadi ada sekitar 1.551 luar ke berada di desil lima sampai 10. Ini sudah menjadi bagian dari inklusiin error yang 11.014 itu," lanjut Amalia.

Namun, apabila ada data nama penerima yang masuk kategori tidak mampu namun namanya terhapus dapat mengajukan komplain keberatan melalui saluran resmi Kemensos. Langkah ini penting dilakukan jika Anda merasa menjadi korban salah hapus data.

Beberapa yang dapat diakses seperti lewat operator desa, RT dan RW, Dinas Sosial, Command Center 121 atau WA Center 08877171171. Jangan menunda untuk melakukan konfirmasi jika bantuan Anda tiba-tiba terhenti.

Jadwal Pencairan Terupdate

BANSOS 2026 -- Ilustrasi mengecek bansos lewat handphone. Simak cara cek penerima Bansos 2026 melalui situs resmi Kemensos.
BANSOS 2026 -- Ilustrasi mengecek bansos lewat handphone. Simak cara cek penerima Bansos 2026 melalui situs resmi Kemensos. (Freepik)

Penyaluran bansos Kemensos mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Tak paten, data tersebut terus diperbaharui setiap tiga bulan sekali. Triwulan ini, Kemensos mendapatkan data lebih cepat daripada sebelumnya.

"Untuk triwulan II ini alhamdulillah bisa menerima DTSEN lebih cepat, biasanya di tanggal 20, sekarang kami bisa terima tanggal 10," beber Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Senin (13/4/2026).

Untuk itu, bansos PKH dan BNPT bisa disalurkan lebih cepat kepada masyarakat. Setidaknya sebanyak 18 juta KPM bakal mendapatkan bantuan ini lewat bank Himbara atau PT Pos. Sementara itu, bansos PKH dan BPNT triwulan II 2026 dipastikan cair sebelum akhir bulan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved