GEMPA BUMI
BMKG Catat Gempa 2,9 di Perairan Tenggara Bitung Sulut Sore Ini
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,9 mengguncang wilayah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (9/4/2026) sore.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BMKG-Gempa-Mag29-09-Apr-2026-163257WIB.jpg)
Ringkasan Berita:
- Wilayah Sulawesi Utara dikenal sebagai salah satu kawasan paling aktif secara seismik di Indonesia karena dipengaruhi interaksi beberapa sistem tektonik.
- Gempa berkekuatan kecil di perairan tetap perlu dipantau karena karakter geologi Sulawesi Utara membuat aktivitas seismik cukup sering terjadi.
- BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah percaya kabar liar, dan menunggu pembaruan resmi bila ada perubahan data.
TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,9 mengguncang wilayah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (9/4/2026) sore.
Informasi tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui rilis cepat gempa bumi yang dipublikasikan sesaat setelah kejadian.
Berdasarkan data awal BMKG, gempa terjadi pada 9 April 2026 pukul 16.32.57 WIB.
Titik gempa berada di koordinat 1,19 Lintang Utara dan 126,07 Bujur Timur.
Lokasi episenter tercatat berada sekitar 108 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara.
Baca juga: Program MBG Disorot, Belanja Kendaraan dan Kaos Kaki Lebih Besar dari Anggaran Makanan
Sementara itu, kedalaman gempa dilaporkan berada di 27 kilometer.
BMKG menegaskan bahwa informasi ini merupakan hasil pengolahan awal yang mengutamakan kecepatan, sehingga parameter gempa masih dapat berubah seiring data yang terus dilengkapi.
Secara umum, wilayah Sulawesi Utara merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia karena berada di area pertemuan beberapa sistem tektonik aktif.
Kawasan perairan di sekitar Bitung dan Laut Maluku dipengaruhi oleh interaksi lempeng yang kompleks, termasuk pergerakan Lempeng Laut Maluku, Lempeng Filipina, dan pengaruh sistem tektonik regional di utara Sulawesi.
Selain itu, wilayah Sulawesi Utara juga dikenal memiliki sejumlah sesar aktif dan zona deformasi yang membuat aktivitas gempa cukup sering terjadi. Namun, untuk kejadian kali ini, BMKG belum merinci sumber pemicu spesifik gempa tersebut.
Dari sisi kekuatan, magnitudo 2,9 tergolong gempa kecil dan umumnya tidak menimbulkan dampak signifikan.
Namun demikian, kedalaman 27 kilometer menunjukkan gempa ini masih termasuk relatif dangkal, yang dalam kondisi tertentu dapat membuat getaran lebih mudah dirasakan dibanding gempa yang sangat dalam, terutama jika berada lebih dekat ke wilayah daratan.
Meski begitu, karena pusat gempa berada di perairan sekitar 108 kilometer dari Bitung dan magnitudonya kecil, potensi dampak merusak secara umum dinilai rendah.
Dampak gempa sendiri tidak hanya ditentukan oleh besar magnitudo, tetapi juga dipengaruhi oleh kedalaman, jarak pusat gempa ke daratan, kondisi tanah, hingga kepadatan bangunan di wilayah sekitar.