Kamis, 9 April 2026

Kontroversi BGN

Program MBG Disorot, Belanja Kendaraan dan Kaos Kaki Lebih Besar dari Anggaran Makanan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini dipromosikan sebagai salah satu program unggulan pemerintah kini menjadi sorotan publik.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Program MBG Disorot, Belanja Kendaraan dan Kaos Kaki Lebih Besar dari Anggaran Makanan
TribunGorontalo.com
BGN -- Setelah ditelisik dana untuk MBG itu lebih besar justru bukan untuk makanan. 

Ringkasan Berita:
  • Sorotan publik muncul bukan karena besarnya total anggaran, melainkan karena komposisi belanja dinilai belum sepenuhnya mencerminkan prioritas utama program.
  • Belanja operasional seperti kendaraan, perangkat teknologi, dan perlengkapan dianggap sah sebagai penunjang, namun proporsinya memicu pertanyaan soal efisiensi dan fokus kebijakan.
  • Polemik ini memperlihatkan bahwa dalam program nasional, transparansi dan arah penggunaan anggaran sering kali sama pentingnya dengan tujuan besar yang diusung.

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini dipromosikan sebagai salah satu program unggulan pemerintah kini menjadi sorotan publik.

Bukan karena konsepnya, melainkan karena rincian anggaran yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan fokus utama program, yakni penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.

Perhatian publik tertuju pada susunan belanja Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025 yang menunjukkan porsi besar justru terserap untuk kebutuhan operasional dan penunjang, sementara anggaran untuk makanan berada di posisi paling kecil.

Dari data yang beredar, belanja kendaraan tercatat menjadi pos dengan nilai tertinggi, mencapai Rp1,39 triliun.

Baca juga: Gempa Sore Ini Kamis 09 April 2026, Cek Kedalaman hingga Magnitudo

Dari total itu, sekitar Rp1,2 triliun dialokasikan untuk pengadaan sepeda motor listrik.

Motor listrik tersebut dibeli melalui sistem e-Katalog 6.0 dari perusahaan Yasa Artha Trimanunggal dengan merek Emmo Mobility.

Terdapat dua tipe yang masuk dalam pengadaan, yakni JVH Max dengan harga sekitar Rp49,95 juta per unit dan JVH GT sebesar Rp48,84 juta per unit, termasuk biaya distribusi ke berbagai daerah.

Besarnya anggaran kendaraan ini langsung memicu perhatian karena pos tersebut dinilai hanya bersifat pendukung operasional, bukan inti utama dari pelaksanaan program MBG.

Setelah kendaraan, anggaran terbesar berikutnya mengalir ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan nilai mencapai Rp1,26 triliun.

Selain itu, anggaran untuk perangkat keras dan komputer juga terbilang besar, yakni Rp830,1 miliar. Dari jumlah itu, belanja tablet menyumbang sekitar Rp508,4 miliar.

Salah satu perangkat yang tercatat dalam pengadaan adalah Samsung Galaxy Tab Active 5, dengan harga e-katalog sekitar Rp17,93 juta per unit.

Angka tersebut kemudian ikut disorot karena harga perangkat serupa di pasaran disebut berada di kisaran Rp9 juta hingga Rp12 juta, sehingga memunculkan perhatian soal efisiensi pengadaan.

Tak berhenti di situ, anggaran untuk pakaian juga tercatat cukup besar, yakni Rp623,3 miliar.

Baca juga: Idul Adha 2026 Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah, Kapan Jatuhnya? Ini Perkiraan Tanggal

Pos ini mencakup berbagai kebutuhan seperti seragam, sepatu, hingga aksesoris pendukung lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved