Berita Internasional
Tak Ada Tanda Damai, Iran Serang Balik! Fasilitas Industri Tel Aviv dan Teluk Jadi Target
Konflik antara Iran dan Tel Aviv memasuki fase yang semakin luas dan berdampak besar terhadap ekonomi global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SERANGAN-Neot-Hovav-sebelumnya-bernama-Ramat-Hovav-adalah-zona.jpg)
Hal ini sekaligus menantang klaim Tel Aviv yang menyebut kemampuan militer Iran telah melemah secara signifikan.
Konflik multi-front ini kini telah memasuki pekan kelima.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut operasi militer Tel Aviv sebagai langkah strategis besar, dengan menyebut adanya perluasan zona kendali di Gaza, Lebanon, dan Suriah.
Namun di sisi lain, respons Iran yang semakin meluas justru memperbesar cakupan konflik.
Sasaran tidak lagi terbatas pada target militer, tetapi juga merambah infrastruktur yang berkaitan dengan sipil dan ekonomi.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasar global, terutama di sektor energi, pupuk, dan aluminium.
Jalur vital seperti Selat Hormuz berpotensi terganggu, yang dapat berdampak langsung pada distribusi energi dunia.
Fokus serangan terhadap target ekonomi menunjukkan bahwa konflik ini berpotensi berlangsung lama dengan risiko yang terus meningkat, baik bagi warga sipil maupun rantai pasok global. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda upaya gencatan senjata atau penurunan tensi dari kedua belah pihak.(*)