Berita Internasional
Tak Ada Tanda Damai, Iran Serang Balik! Fasilitas Industri Tel Aviv dan Teluk Jadi Target
Konflik antara Iran dan Tel Aviv memasuki fase yang semakin luas dan berdampak besar terhadap ekonomi global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SERANGAN-Neot-Hovav-sebelumnya-bernama-Ramat-Hovav-adalah-zona.jpg)
Ringkasan Berita:
- Iran meningkatkan serangan balasan terhadap Israel dan sekutunya dengan menargetkan fasilitas industri strategis di kawasan Teluk dan Israel.
- Serangan rudal dan drone ini memperluas konflik ke sektor ekonomi global, termasuk energi dan aluminium.
- Situasi yang terus memanas meningkatkan risiko gangguan rantai pasok dunia tanpa tanda-tanda deeskalasi.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Konflik antara Iran dan Tel Aviv memasuki fase yang semakin luas dan berdampak besar terhadap ekonomi global.
Dalam perkembangan terbaru, Iran meningkatkan serangan balasannya dengan menargetkan fasilitas industri penting di Tel Aviv serta negara-negara Teluk yang dianggap bersekutu dengan Amerika Serikat.
Pada Minggu, pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melancarkan serangan terkoordinasi menggunakan rudal dan drone ke sejumlah produsen aluminium utama di kawasan Teluk.
Baca juga: Kenapa Armada Amerika Terbesar Dunia Tak Berani Masuk Selat Hormuz? Ternyata Ini Alasannya
Target tersebut mencakup Aluminium Bahrain (Alba) dan Emirates Global Aluminium.
Pihak Alba mengonfirmasi bahwa fasilitas mereka terkena serangan.
Meski hanya menimbulkan luka ringan dan kerusakan terbatas, dampak operasional masih dalam tahap evaluasi.
Iran mengklaim bahwa fasilitas tersebut memiliki keterkaitan dengan rantai pasok militer dan industri kedirgantaraan Amerika Serikat.
Sementara itu di Tel Aviv, rudal Iran menghantam kawasan industri Neot Hovav dekat kota Beersheba.
Area ini merupakan pusat kimia dan energi penting di Gurun Negev, termasuk fasilitas penyimpanan amonia berskala besar.
Otoritas Tel Aviv melaporkan kerusakan lokal dan pemadaman listrik, namun tidak ada korban jiwa yang signifikan.
Serangan ini merupakan respons atas aksi militer sebelumnya yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Tel Aviv terhadap infrastruktur Iran.
Beberapa target yang diserang termasuk kompleks baja utama seperti Mobarakeh Steel Complex dan Khuzestan Steel Complex.
Situasi ini mencerminkan eskalasi konflik yang semakin dalam dengan pola serangan balasan yang terus berulang.
Teheran sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap fasilitas industri atau nuklirnya akan dibalas dengan serangan langsung ke target ekonomi yang setara di Tel Aviv maupun negara-negara Teluk yang bersekutu dengan Amerika Serikat.
Para analis menilai bahwa serangan terbaru ini menunjukkan kemampuan Iran yang masih kuat dalam memproyeksikan kekuatan militernya melalui rudal balistik dan drone.