INFO KESEHATAN
Minum Air Bekas Kemarin, Aman atau Bahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Banyak orang tanpa sadar memiliki kebiasaan meminum air dari gelas yang tersisa sejak hari sebelumnya di dalam rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/minum-air.jpg)
Namun, jika air tersebut sudah didiamkan selama satu hari penuh, sebaiknya Anda mengambil air baru, bahkan jika air tersebut sebelumnya sudah melalui proses penyaringan. Jika tidak, ada risiko mengalami gangguan pencernaan.
Tetro juga menegaskan bahwa air yang didiamkan selama sehari bisa menjadi “lingkungan berkembang bagi patogen oportunistik”. Oleh karena itu, langkah terbaik adalah menggantinya dengan air yang segar.
Kebiasaan berbagi minum dengan orang lain juga dapat mempercepat risiko kontaminasi.
Kristen Smith menjelaskan bahwa ketika seseorang minum langsung dari botol atau gelas, bakteri dari mulut dapat berpindah ke sisa cairan dan mulai berkembang biak.
“Karena itu, setelah Anda menempelkan mulut pada botol, sebaiknya langsung dihabiskan dan tidak disimpan untuk diminum nanti, terutama jika digunakan bersama orang lain,” ujarnya.
Namun, ada cara untuk memperpanjang masa aman air minum, yakni dengan menggunakan air kemasan.
Menurut Tetro, air dalam botol dirancang agar dapat mencegah pertumbuhan bakteri lebih lama dibandingkan air yang dibiarkan dalam gelas terbuka.
Meski demikian, dalam kondisi tertentu, seperti saat sangat haus, para ahli menyarankan untuk tetap minum daripada tidak terhidrasi.
“Jika satu-satunya pilihan adalah botol air yang sudah didiamkan selama sehari, itu tetap lebih baik diminum daripada mengalami dehidrasi,” kata Smith.
(*)