Roti MBG Berjamur
Sebuah Dapur MBG di Kota Gorontalo Akui Sebagian Roti yang Dibagikan ke Siswa Memang Berjamur
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kota Gorontalo menuai keluhan setelah seorang orang tua murid membagikan foto roti
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MBG-Potret-SPPG-Limba-U-Satu-Kota-Selatan-Kota-Gorontalo-Senin-1632026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 27 Kota Selatan, Kota Gorontalo, menuai sorotan setelah foto roti diduga berjamur yang dibagikan kepada siswa viral di media sosial.
- Pihak SPPG Limba U Satu menyatakan telah melakukan pengecekan dan menemukan sekitar 50 roti tidak layak konsumsi dari ribuan roti yang diproduksi UMKM lokal.
- Roti tersebut langsung ditarik dan diganti, sementara penyedia roti menyatakan siap mengganti kerugian serta diminta meningkatkan pengawasan produksi.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kota Gorontalo menuai keluhan setelah seorang orang tua murid membagikan foto roti yang diduga berjamur di media sosial.
Roti tersebut dibagikan kepada siswa di SDN 27 Kota Selatan, Kota Gorontalo.
Unggahan itu kemudian menjadi perhatian publik dan memunculkan kekhawatiran terkait kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Limba U Satu Kota Selatan, Fitra R Nadji, menjelaskan pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah menerima laporan dari sekolah.
Ia mengatakan, roti yang dibagikan kepada siswa berasal dari pelaku UMKM di Kota Gorontalo yang memproduksi ribuan roti untuk program MBG.
“Semalam roti yang masuk sudah kami cek kembali dan disortir. Kami belum menemukan indikasi roti itu berjamur saat pemeriksaan awal di SPPG,” ujar Fitra saat diwawancarai, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, roti tersebut diproduksi dalam jumlah besar, sekitar 2.080 hingga 2.800 buah, kemudian didistribusikan ke sejumlah sekolah.
Baca juga: Pemprov Gorontalo Genjot Dapur MBG Bisa Capai 100 hingga Akhir Ramadan 2026
Dalam proses produksi, roti dikemas dalam satu wadah yang berisi beberapa susun roti. Kondisi tersebut diduga menyebabkan sebagian roti saling menumpuk sehingga memicu munculnya jamur pada beberapa bagian.
“Karena diproduksi dalam jumlah banyak, ada beberapa roti yang menumpuk dalam satu wadah. Itu yang diduga menyebabkan sebagian roti berjamur,” jelasnya.
Roti-roti tersebut kemudian disalurkan ke tujuh sekolah penerima program MBG di wilayah Kota Selatan.
Setelah menerima laporan dari sekolah, pihak SPPG bersama tim melakukan pengecekan kembali terhadap roti yang telah dibagikan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan sekitar 50 roti yang tidak layak konsumsi.
“Untuk laporan saat ini sekitar 50-an roti yang kami temukan. Kami langsung mengantisipasi dan menarik roti yang berjamur tersebut,” kata Fitra.
Roti yang ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi langsung ditarik dari sekolah dan diganti dengan roti dari penyedia lain.
SPPG Limba U Satu juga telah memesan roti pengganti dari UMKM lain sebagai langkah antisipasi apabila masih ada laporan serupa dari sekolah.
“Kami sudah memesan kembali roti dari tokoh lain. Kalau ada laporan lagi dari sekolah, langsung kami ganti,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penggantian roti dilakukan segera setelah laporan diterima dari pihak sekolah.
“Begitu ada laporan, langsung kami ganti pada saat itu juga,” tambahnya.
Selain itu, pihak SPPG juga telah berkoordinasi dengan UMKM sebagai penyedia roti awal.
Menurut Fitra, pihak UMKM tersebut menyatakan siap memberikan ganti rugi atas roti yang tidak layak konsumsi.
“Tadi kami juga sudah konfirmasi dengan pihak yang bersangkutan. Mereka siap mengganti kerugian tersebut,” katanya.
Baca juga: 252 Dapur MBG Ditutup Sementara Gara-gara Belum Penuhi Standar Sanitasi dalam 30 Hari
Fitra berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari. Ia menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat dalam proses produksi makanan yang disalurkan kepada siswa.
Menurutnya, produsen makanan harus lebih memperhatikan bahan baku, proses pembuatan hingga sistem penyimpanan agar kualitas makanan tetap terjaga.
“Ke depan kami berharap proses produksinya lebih diperhatikan lagi, mulai dari bahan hingga pembuatannya, supaya tidak ada lagi roti yang berjamur,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa roti yang dibagikan kepada siswa sebenarnya masih berada dalam masa konsumsi yang aman.
Berdasarkan informasi dari produsen, roti tersebut memiliki tanggal kedaluwarsa 19 Maret 2026.
Roti diproduksi pada malam hari dan langsung diantar ke SPPG untuk dilakukan pengecekan kualitas sebelum didistribusikan ke sekolah.
“Saat roti sampai di SPPG kami sudah melakukan quality control. Pada saat itu belum ditemukan roti yang berjamur,” jelasnya.
Temuan roti yang tidak layak konsumsi baru diketahui setelah pihak sekolah menyampaikan laporan kepada SPPG.
Menindaklanjuti laporan tersebut, seluruh roti yang ditemukan berjamur langsung ditarik dan akan dikembalikan kepada pihak UMKM untuk ditindaklanjuti.
“Kami sudah menarik roti yang berjamur dan akan mengembalikannya ke pihak UMKM,” pungkasnya.Dari informasi yang ditemukan juga bahwa roti-roti itu tidak sempat dikonsumsi oleh para siswa.
Kejadian itu terjadi tadi pagi dan langsung viral di media sosial.
Pihak sekolah juga telah melakukan koordinasi dengan SPPG terkait masalah tersebut.
Pantauan di lapangan siang itu sejumlah pegawai SPPG nampak sedang sibuk membersihkan ruang bagian belakang. Termasuk bahan-bahan makanan.
Beberapa di antara juga sibuk di bagian dalam SPPG. Sedangkan di bagian depan terparkir dua mobil penyaluran MBG.(*/Jefri)
| Malam Tumbilotohe di Bone Bolango Bakal Terang, Lampu LED Membentang 2,5 Km |
|
|---|
| Tradisi Tumbilotohe Gorontalo, Mahasiswa UNG Siapkan 2.025 Lampu Botol |
|
|---|
| Iran Klaim Serang Pusat Data Amazon dan Pangkalan Udara AS di Bahrain |
|
|---|
| Trump Minta Dunia Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Banyak Negara Pilih Diam |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn Besok 16 Maret 2026: Cinta, Keuangan, Karier, Kesehatan |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.