Berita menarik
Pedagang Mulai Buka Lapak di Pasar Senggol Kota Gorontalo di Pertengahan Ramadan
Aktivitas Pasar Senggol di Kota Gorontalo mulai terlihat menjelang pertengahan Ramadan 1447 Hijriah. Sejumlah pedagang sudah membuka lapak mereka
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PASAR-SENGGOL-Suasana-di-lorong-lorong-Pasar-Senggol-Kota-Gorontalo.jpg)
Salah seorang pedagang pakaian, Erna Ahmad, mengaku dirinya sehari-hari berjualan di Pasar 45 Manado, Sulawesi Utara.
Ia mengatakan, meskipun berasal dari Gorontalo, dirinya sudah lama menetap di Manado untuk mencari penghasilan.
“Kalau saya sehari-hari jualan di Pasar 45. Saya memang orang Gorontalo, tapi sudah lama tinggal di Manado untuk mencari rezeki di sana. Ke Gorontalo biasanya datang saat Pasar Senggol,” katanya.
Erna menyebut dirinya mulai membuka lapak sejak Kamis (5/3/2026). Barang dagangannya dibawa langsung dari Manado menggunakan kendaraan pribadi.
“Lapak saya mulai buka dari Kamis. Tapi sebenarnya saya sudah sekitar seminggu berada di Gorontalo,” ujarnya.
Walaupun sudah beberapa hari berjualan, ia mengaku jumlah pembeli yang datang masih belum banyak.
“Pembeli masih kurang. Saya buka dari pagi jam 07.00 sampai jam 19.00 malam, tapi belum terlalu ramai,” jelasnya.
Erna mengatakan dirinya tidak mengetahui pasti penyebab Pasar Senggol tahun ini masih sepi. Menurutnya kondisi tersebut juga terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya juga tidak tahu kenapa masih sepi. Beberapa tahun kemarin juga begitu,” katanya.
Meski begitu, ia tetap berharap keramaian akan meningkat mendekati Hari Raya Idul Fitri.
“Biasanya kalau melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, mulai ramai itu sekitar seminggu sebelum Lebaran. Paling ramai biasanya sehari sebelum Lebaran,” tambahnya.
Sementara itu, seorang pengunjung bernama Isma Adam mengatakan kedatangannya ke Pasar Senggol untuk membeli perlengkapan rumah tangga.
“Kalau saya ke sini biasanya cari taplak meja atau alas kaki. Lebih ke perabot rumah tangga,” katanya.
Ia memilih datang lebih awal agar tidak harus berdesakan ketika pengunjung membludak menjelang Lebaran.
“Lebih baik beli dari sekarang daripada nanti kalau sudah ramai harus desak-desakan,” ujarnya.