Ramadan 2026
Malam Nuzulul Quran, Ini 3 Amalan Utama untuk Meraih Keberkahan
Tepat pada Jumat malam ini (6/3/2026) bertepatan malam 17 Ramadhan 1447 H, umat Islam di Indonesia memperingati Nuzulul Qur’an.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-muslim-membaca-Alquran.jpg)
Ringkasan Berita:
- Membaca Al-Qur’an dengan penuh penghayatan (tartil) dan merenungi maknanya sebagai bentuk penghormatan atas peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad saw
- Berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus menjadi sarana latihan spiritual untuk menyongsong sepuluh malam terakhir Ramadhan
- Mengisi malam dengan shalat sunnah (Tahajud, Hajat, atau Taubat) serta memanjatkan doa-doa tulus untuk memohon ampunan dan petunjuk hidup
TRIBUNGORONTALO.COM – Tepat pada Jumat malam ini (6/3/2026) bertepatan malam 17 Ramadhan 1447 H, umat Islam di Indonesia memperingati Nuzulul Quran.
Nuzulul Quran bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum "ulang tahun" turunnya mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw.
Nuzulul Quran adalah malam yang istimewa karena di dalamnya terdapat peristiwa agung di mana Alquran diturunkan pertama kali secara berangsur-angsur. Kehadirannya mengubah kegelapan jahiliyah menjadi cahaya iman yang terang benderang.
Bagi setiap Muslim, malam ini merupakan undangan terbuka dari Allah SWT untuk kembali mendekat kepada-Nya. Kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, mempertebal zikir, dan melakukan amalan-amalan yang mendekatkan diri pada esensi wahyu tersebut.
Tahun ini, momentum Nuzulul Quran yang jatuh di malam Sabtu memberikan kesempatan bagi kita untuk lebih khusyuk. Tanpa hiruk pikuk pekerjaan di esok harinya bagi sebagian orang, waktu malam bisa dioptimalkan sepenuhnya untuk "bercengkrama" dengan sang Pencipta.
Mengisi malam Nuzulul Quran dengan ibadah bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk rasa syukur atas nikmat terbesar berupa petunjuk hidup. Tanpa Alquran, manusia mungkin akan terus tersesat dalam labirin kebingungan duniawi.
Para ulama sepakat bahwa pada malam yang penuh barakah ini, pintu-pintu langit terbuka lebar. Doa-doa yang dipanjatkan dengan hati yang tulus memiliki peluang besar untuk diijabah oleh Allah Yang Maha Pengasih.
Maka, sangat disayangkan jika malam yang penuh nilai sejarah ini berlalu begitu saja tanpa ada peningkatan kualitas spiritual. Kita perlu menyiapkan diri, baik secara fisik maupun mental, untuk menjemput keberkahan yang bertebaran di malam 17 Ramadhan ini.
Secara teknis, amalan di malam Nuzulul Quran sebenarnya sangat sederhana namun memiliki dampak yang luar biasa besar bagi ketenangan jiwa. Tidak perlu mencari amalan yang sulit, cukup konsisten pada apa yang telah dicontohkan oleh para salafus shalih.
Berikut adalah uraian mendalam mengenai 3 amalan utama yang dapat kita kerjakan untuk mengisi malam Nuzulul Qur’an agar tidak terlewat dengan sia-sia.
1. Memperbanyak Membaca Alquran (Tilawah)
Amalan pertama dan yang paling utama tentu saja adalah membaca Alquran itu sendiri. Karena malam ini adalah malam "turunnya" Alquran, maka tidak ada cara yang lebih baik untuk menghormatinya selain dengan melantunkan ayat-ayat suci tersebut.
Membaca Alquran di malam ini bukan sekadar mengejar target khatam, melainkan upaya untuk menghidupkan kembali ruh Al-Quran di dalam dada kita.
Setiap huruf yang dibaca mengandung sepuluh kebaikan, dan di bulan Ramadhan, pahala tersebut dilipatgandakan secara berlipat-lipat.
Imam Nawawi, seorang ulama besar, menjelaskan bahwa malam Nuzulul Qur’an adalah waktu yang penuh dengan limpahan berkah. Dalam kitab Al-Adzkar, beliau memberikan penegasan tentang kemuliaan malam ini sebagai momen turunnya Jibril as.
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat yang dikutip oleh para sahabat:
"Telah datang dari beberapa sahabat kami bahwa pada malam Nuzulul Quran turunlah Jibril as ke hadapan Nabi saw. Beliau memerintahkan Nabi untuk membaca Alquran dengan berbagai macam bacaannya."
Jibril as tidak hanya memerintahkan membaca, tetapi juga menunjukkan cara membaca yang baik dan benar (tartil). Hal ini menunjukkan bahwa kualitas bacaan kita pada malam ini sangat diperhatikan.
Lebih dari itu, Jibril juga memberikan penjelasan mengenai tafsir dan hukum-hukum syariat yang terkandung di dalamnya. Maka, di samping membaca, kita juga disarankan untuk sedikit merenungi makna atau terjemahan dari ayat yang kita baca.
Membaca Al-Quran di malam hari memiliki suasana yang berbeda. Keheningan malam membantu konsentrasi kita untuk lebih meresapi setiap janji dan ancaman yang Allah sebutkan di dalam kitab suci tersebut.
Jadikan malam ini sebagai momentum untuk memperbaiki hubungan kita dengan Alquran yang mungkin selama ini mulai renggang akibat kesibukan duniawi. Mulailah dari satu juz, satu surat, atau bahkan beberapa ayat dengan penuh penghayatan.
2. Memperbanyak Itikaf di Masjid
Amalan kedua yang sangat dianjurkan adalah melakukan itikaf. Itikaf secara bahasa berarti berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Untuk mendapatkan keutamaan penuh dari malam Nuzulul Quran, kita bisa meluangkan waktu untuk berdiam di rumah Allah. Masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah, dan berada di sana akan menjauhkan kita dari gangguan-gangguan yang bersifat duniawi.
Selama beri’tikaf, jangan biarkan waktu terbuang hanya untuk tidur atau mengobrol. Isilah setiap detiknya dengan bacaan Al-Qur’an, zikir, tasbih, tahmid, dan tahlil.
I’tikaf sebenarnya adalah amalan sunnah yang bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Namun, melakukannya di bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam istimewa seperti Nuzulul Quran, memiliki nilai afdhal yang jauh lebih tinggi.
Banyak ulama menyebutkan bahwa i’tikaf adalah cara terbaik untuk mengkondisikan hati agar siap menerima hidayah. Dengan menjauh sejenak dari keramaian, kita bisa lebih jujur melihat kekurangan diri di hadapan Sang Pencipta.
Bagi Anda yang hendak beri’tikaf, jangan lupa untuk memantapkan niat di dalam hati. Adapun lafal niat yang bisa dibaca adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى
Artinya: "Aku berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah."
Niat yang tulus adalah kunci utama. Meski hanya dilakukan beberapa jam saja, jika didasari keikhlasan, Allah akan mencatatnya sebagai ibadah yang agung.
I’tikaf juga menjadi sarana latihan bagi kita untuk menyambut sepuluh malam terakhir Ramadhan (Lailatul Qadar). Ini adalah pemanasan spiritual yang sangat efektif agar jiwa kita tidak kaget saat melakukan ibadah marathon di akhir bulan nanti.
Bayangkan betapa indahnya ketika kita berada di sudut masjid, bersimpuh di atas sajadah, sementara malaikat turun membawa rahmat bagi orang-orang yang sedang mengingat Tuhannya.
3. Melaksanakan Shalat Malam dan Berdoa
Amalan ketiga yang tidak boleh terlewatkan adalah memperbanyak shalat malam (Qiyamul Lail) dan berdoa. Shalat malam merupakan jembatan paling pendek untuk meraih kedekatan dengan Allah.
Setelah melaksanakan shalat Tarawih dan Witir, kita bisa menambahnya dengan shalat Tahajud, shalat Hajat, atau shalat Taubat. Shalat-shalat sunnah ini adalah sarana untuk menumpahkan segala keluh kesah dan harapan kita.
Banyak sekali keutamaan yang dapat diraih bila mengerjakan shalat malam. Para ulama menyebutkan bahwa shalat malam adalah shalat yang paling utama kedudukannya setelah shalat fardhu lima waktu.
Keutamaan shalat malam juga digambarkan layaknya sedekah yang dilakukan secara sirr atau rahasia. Ia adalah bukti cinta seorang hamba kepada Tuhannya, di mana ia rela memotong waktu istirahatnya demi bersujud.
Di malam Nuzulul Quran ini, perpanjanglah ruku’ dan sujud Anda. Gunakan waktu sujud terakhir untuk memohon ampunan atas segala dosa yang telah lalu dan meminta petunjuk untuk masa depan yang lebih baik.
Berdoa di malam Nuzulul Qur’an memiliki nilai historis yang kuat. Sebagaimana Al-Qur’an adalah jawaban atas kegelisahan Nabi Muhammad saw, maka doa kita malam ini adalah permohonan jawaban atas kegelisahan hidup kita.
Mintalah agar Allah menjadikan Alquran sebagai penyejuk hati kita, cahaya bagi dada kita, dan pelipur lara bagi kesedihan kita. Doa-doa yang tulus akan menembus arsy dan kembali kepada kita dalam bentuk ketenangan batin.
Jangan lupa pula untuk mendoakan kedua orang tua, keluarga, dan seluruh umat Muslim. Keberkahan malam ini sangat luas, cukup untuk mencakup seluruh permohonan yang kita langitkan.
(Sumber: NU Online)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.