Berita Nasional
75 Ribu Pelajar di Bandung Alami Stres hingga Depresi, Sekolah Siap Lakukan Asesmen
Pemerintah Kota Bandung mengungkap hasil pemetaan kesehatan mental pelajar yang menunjukkan angka cukup tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sejumlah-siswa-mengikuti-UNBK-di-Sekolah-Mengengah-Kejuruan-Negri-50-Jakarta-Timur.jpg)
Pemkot Bandung juga berencana memperkuat kerja sama lintas sektor, melibatkan puskesmas, Dinas Pendidikan, DP3A, hingga Dinas Sosial guna membangun sistem perlindungan anak yang lebih menyeluruh.
Isu Nasional Jadi Sorotan
Perhatian terhadap kesehatan mental anak turut disuarakan Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Ia meminta pemerintah dan institusi pendidikan memberi perhatian lebih terhadap kondisi psikologis siswa.
Seruan tersebut muncul setelah adanya kasus anak sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, serta peristiwa serupa di Demak, Jawa Tengah.
Puan menilai tekanan mental yang dialami anak, termasuk akibat persoalan ekonomi, dapat memengaruhi pembentukan karakter hingga keputusan yang diambil.
“Peristiwa di NTT menjadi contoh bahwa kondisi psikologis anak sangat berpengaruh terhadap karakter dan pilihan hidup mereka. Kesehatan mental anak harus menjadi perhatian,” kata Puan, Kamis (5/2/2026).
Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu menegaskan, kejadian di Ngada dan Demak harus menjadi momentum evaluasi terhadap sistem pendidikan nasional agar aspek kesehatan mental tidak terabaikan. (*)