Berita Viral
Viral Curi Uang Pedagang Nasi Uduk, Pria di Bekasi Dibekuk Polisi
Aksi pria yang mencuri uang pedagang nasi uduk lansia di Bekasi terekam CCTV. Pelaku akhirnya ditangkap polisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kamera-pengawas-CCTV-merekam-aksi-seorang-pria-yang-berpura-pura-sebagai-pembeli-nasi-uduk.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pelaku menyamar sebagai pembeli dan membawa kabur uang Rp 700 ribu milik pedagang lansia.
- Polisi mengidentifikasi pelaku lewat rekaman CCTV dan menangkapnya di Kramat Jati.
- Tersangka dijerat Pasal 479 KUHP, terancam hukuman maksimal 9 tahun penjara.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Pelarian pria yang mencuri uang milik pedagang nasi uduk lansia di Pondok Melati, Bekasi, akhirnya berakhir.
Aksinya yang sempat meresahkan itu terungkap setelah polisi menelusuri jejak pelaku melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) di sejumlah lokasi.
Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Korban, Atnah (60), yang telah berjualan nasi uduk selama kurang lebih 30 tahun, saat itu didatangi seorang pria yang berpura-pura menjadi pembeli dan memesan empat bungkus nasi uduk.
Baca juga: ASN Gorontalo Segera Terima THR 2026, Apakah PPPK Paruh Waktu Dapat Jatah? Simak Penjelasan BKAD
"Kejadiannya jam 07.30. Dia datang minta dibuatin nasi uduk empat bungkus. Tapi baru saya selesai buatin dua bungkus, dia kabur. Pas saya cek, duit di kaleng sudah tidak ada. Mungkin sekitar Rp 700.000," ujar Atnah.
Uang sekitar Rp 700.000 yang hilang merupakan hasil penjualan sekaligus modal untuk membeli bahan baku keesokan harinya.
Baca juga: Bansos PKH dan BPNT 2026 Dipercepat Saat Ramadan, Cek Status Penerima di Sini
Akibat kejadian tersebut, Atnah terpaksa menghentikan sementara aktivitas berjualannya karena kehilangan modal.
“Yang hilang itu duit modal sama keuntungan, sekarang tidak jualan lagi karena tidak ada modal,” tuturnya.
Ia mengaku tidak menaruh kecurigaan sedikit pun kepada pelaku karena penampilannya seperti pembeli biasa. Wajah pelaku pun tertutup masker.
"Saya tidak kenal sama orangnya, soalnya pakai masker. Tapi dia tinggi, pakai celana pendek, sama pakai motor warna merah," kata Atnah.
Baca juga: Sosok Suci Priyanti Kartika Chanda Sari, Satu-satunya Anggota Perempuan KPID Gorontalo
Terungkap Lewat Rekaman CCTV
Usai menerima laporan, polisi menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil analisis, ditemukan kemiripan modus dan ciri pelaku dengan beberapa kasus pencurian lain yang sebelumnya sempat viral.
Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Arief Ryzki Wicaksana mengungkapkan, pelaku akhirnya berhasil diidentifikasi sebagai TR alias B (46).
“Berdasarkan analisa kepolisian dan rekaman CCTV beberapa TKP viral tersebut ditemukan persesuaian dan pelaku teridentifikasi. Kemudian tim mengamankan seorang pelaku atas nama Toto Rusdianto alias Billy,” jelas Arief.
Baca juga: Sinergi BI dan Pemprov Gorontalo, 288 Pelaku Usaha Ramaikan Bazar Ramadan 2026
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa pelaku juga pernah beraksi di Pondok Gede pada Januari 2026.
Dalam kejadian itu, ia membawa kabur dompet milik pedagang nasi uduk yang berisi uang Rp 7,5 juta.
“Pada saat korban mengambilkan nasi uduk lalu pelaku mengambil tas totebag yang digantung dipagar Korban melihat pelaku mengambil tas dan menyembunyikannya di baju,” jelas Arief.
Pelaku akhirnya ditangkap pada Jumat (20/2/2026) di sekitar kediamannya di Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kini, ia telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.
Baca juga: Baru Saja Terjadi! Gempa Magnitudo Perairan Jawa, Terjadi Malam Hari
Dukungan untuk Korban
Di tengah proses hukum yang berjalan, perhatian juga datang dari Pemerintah Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyambangi kediaman Atnah sebagai bentuk dukungan moral dan kepedulian.
“Tentunya kami Pemerintah Kota Bekasi hadir untuk memastikan kalau Ibu Atnah ini tidak sendiri," ujar Tri.
Selain memberikan semangat, Pemkot Bekasi juga menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan sembako agar Atnah dapat kembali berjualan seperti sediakala.
"Kami akan berupaya terus untuk meningkatkan pengawasan di wilayah agar kejadian seperti ini tidak terulang, ya,” ujarnya.
Baca juga: DPR Turun Tangan, PHK Karyawan Mie Sedaap Resmi Disetop
Kini, dengan pelaku yang telah diamankan dan dukungan yang mengalir, kasus yang sempat terekam diam-diam oleh kamera pengawas itu menemukan titik terang.
Bagi Atnah, peristiwa tersebut tentu meninggalkan luka dan trauma.
Namun setidaknya, keadilan mulai ditegakkan dan harapan untuk kembali berjualan perlahan terbuka kembali.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.