Hari Valentine

Sejarah Hari Valentine: Dari Ritual Kuno hingga Perayaan Cinta Global

Valentine 14 Februari tak selalu soal cokelat dan bunga. Ini sejarah panjangnya, dari ritual Romawi hingga jadi perayaan cinta dunia.

Editor: Tita Rumondor
Canva
SEJARAH VALENTINE - Ilustrasi cinta - Valentine 14 Februari tak selalu soal cokelat dan bunga. Ini sejarah panjangnya, dari ritual Romawi hingga jadi perayaan cinta dunia. 

Perayaan ini merupakan ritual kesuburan yang melibatkan pengorbanan hewan dan pesta untuk menghormati Faunus, dewa pertanian Romawi, serta Romulus dan Remus sebagai pendiri Roma.

Dalam tradisinya, pria dan wanita dipasangkan melalui undian, dan beberapa di antaranya berlanjut hingga pernikahan.

Seiring melemahnya pengaruh paganisme di Kekaisaran Romawi, Lupercalia perlahan berubah menjadi perayaan bernuansa Kristen yang menghormati Santo Valentine.

Awal Tradisi Kartu Valentine

Tradisi bertukar pesan cinta tidak langsung hadir dalam bentuk kartu seperti saat ini.

Catatan bernuansa Valentine mulai muncul pada 1500-an, menurut Britannica.

Memasuki pertengahan abad ke-18, kebiasaan bertukar pesan dan tanda kasih kecil semakin populer di berbagai kalangan masyarakat.

Di Amerika Serikat, kartu Valentine komersial pertama dicetak pada 1840-an oleh Esther A. Howland yang kemudian dijuluki “Ibu Valentine”.

Howland memproduksi kartu secara massal dengan hiasan renda, pita, dan gambar berwarna yang dikenal sebagai “scrap”, sebagaimana dicatat History.com.

Dari Surat Tangan ke Produksi Massal

Pada awal 1900-an, kartu cetak mulai menggantikan surat tulisan tangan seiring kemajuan teknologi percetakan.

Ilustrasi Cupid, sosok malaikat kecil bersayap dengan panah, menjadi simbol yang populer pada kartu Valentine.

Perusahaan yang kemudian dikenal sebagai Hallmark turut mendorong produksi massal kartu ucapan tersebut.

Bahkan, Hallmark memperkirakan sekitar 145 juta kartu Valentine dikirim setiap tahun, menjadikannya hari raya dengan pengiriman kartu terbanyak kedua setelah Natal.

Jejak Komersialisasi dan Pengaruh Sastra

Valentine modern tak lepas dari unsur komersial, mulai dari bunga, cokelat, boneka, hingga makan malam romantis.

Akar komersialisasi ini dapat ditelusuri hingga Abad Pertengahan, ketika gagasan tentang cinta romantis mulai berkembang dalam karya sastra.

Penyair Inggris Geoffrey Chaucer kerap disebut berperan dalam membentuk persepsi Valentine sebagai hari cinta.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved