Berita Nasional
Pramono Tinjau Pembersihan Saluran di Cipinang Melayu, Akui Tak Mau Masuk Gorong-gorong
Gubernur DKI Jakarta Pramono memilih tidak turun langsung ke dalam gorong-gorong saat meninjau kegiatan kerja bakti pembersihan saluran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GORONG-GORONG-Gubernur-DKI-Jakarta-Pramono-meninjau-kerja-bakti-pembersihan.jpg)
Beberapa unit truk pengangkut sampah turut disiagakan untuk membawa hasil pembersihan dari lokasi kerja bakti.
Dalam kesempatan itu, Pramono menjelaskan bahwa kegiatan bersih-bersih lingkungan dilakukan secara serentak di berbagai wilayah Jakarta.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat.
Ia menyebut kerja bakti massal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dalam rapat koordinasi nasional.
Namun, menurut Pramono, kegiatan serupa memang sudah menjadi bagian dari program rutin Pemprov DKI Jakarta.
“Ini juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam rakornas, tetapi untuk Jakarta kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala,” ujarnya.
Pramono menyampaikan bahwa kerja bakti besar-besaran tersebut melibatkan sebanyak 171.134 petugas gabungan.
Mereka berasal dari unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PMI, TNI, Polri, serta berbagai elemen lainnya.
Selain melibatkan tenaga kerja, pemerintah juga mengerahkan sejumlah peralatan berat untuk mempercepat proses pembersihan.
Sebanyak 60 unit ekskavator diturunkan untuk mengeruk sedimentasi di saluran air.
Sementara itu, 144 dump truck disiapkan untuk mengangkut sampah yang dikumpulkan dari 66 titik lokasi kerja bakti yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.
Khusus di wilayah Jakarta Timur, kegiatan difokuskan di kawasan permukiman RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar.
Wilayah ini diketahui sering terdampak banjir akibat luapan Kali Ciliwung.
Pramono juga mengapresiasi peran PMI dalam kegiatan tersebut.
Ia menyebut organisasi kemanusiaan itu turut memberikan dukungan berupa perlengkapan kerja bagi petugas di lapangan.
“PMI Pusat menjadi salah satu penggagas kegiatan ini. Mereka memberikan bantuan berupa alat kerja seperti cangkul, sekop, gerobak, dan karung,” kata Pramono.
(*)