Berita Viral Nasional

Tragis! Bocah 5 Tahun di Dompu NTB Meninggal Diduga Dicekik Ayah Sendiri

Peristiwa tragis menimpa seorang bocah berusia lima tahun yang tewas diduga dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri di Kabupaten Dompu,

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
AYAH BUNUH ANAK - Ilustrasi Garis polisi. Bocah 5 tahun dicekik hingga meninggal oleh ayah kandungnya lalu jasadnya disimpan di lemari. Warga yang geram dengan ulah pelaku langsung mengepung pelaku. 
Ringkasan Berita:
  • Seorang bocah berusia lima tahun di Dompu, NTB, ditemukan tewas diduga dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri. 
  • Korban diduga dicekik hingga meninggal dan jasadnya sempat disembunyikan di dalam lemari pakaian. 
  • Polisi mengungkap pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa dan kini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

 

TRIBUNGORONTALO.COM — Peristiwa tragis menimpa seorang bocah berusia lima tahun yang tewas diduga dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pelaku berinisial AH (29) diduga menghabisi nyawa anaknya dengan cara mencekik hingga korban meninggal dunia.

Setelah kejadian itu, jasad korban sempat disembunyikan di dalam lemari pakaian di rumah mereka.

Kasus memilukan tersebut terjadi di Desa Mbawi, Kecamatan Dompu, pada Jumat (6/2/2026).

Kasi Humas Polres Dompu, Iptu I Nyoman Suardika, membenarkan peristiwa pembunuhan tersebut.

Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika korban pulang dari menghadiri pesta pernikahan bersama ibunya pada sore hari.

Namun pada malam harinya, korban diduga dibunuh oleh pelaku.

Kejadian itu baru terungkap setelah anak tersebut dilaporkan hilang, sehingga memicu kepanikan warga sekitar.

“Korban sempat dilaporkan menghilang, sehingga warga melakukan pencarian,” ujar Iptu Suardika.

Baca juga: Dilaporkan Warga ke Propam, Kapolsek di NTT Dicopot Gara-gara Dugaan Pembiaran Judi

Pencarian tersebut akhirnya mengarah pada penemuan jasad korban di sekitar halaman rumah dalam kondisi sudah kaku.

Penemuan itu sontak membuat warga sekitar geger.

Peristiwa tersebut memicu kemarahan masyarakat. Warga dilaporkan sempat mengepung rumah pelaku dengan maksud melampiaskan emosi mereka.

Situasi sempat memanas sebelum akhirnya aparat kepolisian dari Polres Dompu tiba di lokasi dan mengamankan pelaku.

“Anggota kami berhasil meredam warga dan mengamankan pelaku ke Polres Dompu. Warga sebelumnya mengepung rumah pelaku,” jelasnya.

Dalam penyelidikan awal, polisi juga menemukan fakta bahwa pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

Berdasarkan catatan, AH pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa pada 2019.

Pihak kepolisian menduga pelaku mengalami gangguan psikotik berat yang memengaruhi kondisi mental dan perilakunya saat kejadian berlangsung.

Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan dengan melibatkan tenaga medis untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku.

“Saat ini aspek kejiwaan pelaku masih kami dalami dengan melibatkan tenaga ahli,” tambah Suardika.

Pasca kejadian tersebut, situasi keamanan di Desa Mbawi dilaporkan mulai berangsur kondusif setelah aparat melakukan pengamanan di lokasi.

Desa Mbawi sendiri berada di Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Wilayah ini berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Dompu yang merupakan ibu kota kabupaten, dengan waktu tempuh sekitar 10–15 menit perjalanan darat. 

Kabupaten Dompu terletak di Pulau Sumbawa dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Bima di bagian timur serta Kabupaten Sumbawa di bagian barat.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 26 Februari 2026 (8 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:04
‘Ashr 15:18
Maghrib 18:07
‘Isya’ 19:16

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved