Siswa SD di NTT Meninggal
Tak Mampu Beli Buku Rp 10 Ribu, Siswa SD Diduga Akhiri Hidup, DPR Soroti Sistem Pendidikan
Kasus meninggalnya YBS (10), siswa SD di Ngada, NTT, mengguncang publik. Diduga nekat karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kasus-meninggalnya-YBS-10-siswa-SD-di-Ngada-NTT-mengguncang-publik.jpg)
“Kepedulian sosial juga wajib dibangun kuat di sekolah dan masyarakat agar setiap anak yang kesulitan segera dibantu dan tidak pernah merasa sendirian menghadapi kemiskinan,” pungkasnya.
Kronologi Singkat
Seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada ditemukan meninggal dunia pada Kamis (29/1/2026).
Kepolisian menyampaikan dugaan awal mengarah pada tindakan bunuh diri, meski proses penyelidikan masih terus berjalan.
Aparat telah memeriksa sejumlah saksi serta mengamankan barang bukti berupa pesan tertulis yang diduga dibuat oleh korban sebelum kejadian.
Polisi menegaskan bahwa pendalaman kasus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi keluarga serta lingkungan sosial korban.
Seorang anak pergi dalam kesunyian, membawa beban yang seharusnya tak pernah ia pikul sendiri.
Tragedi ini meninggalkan pertanyaan mendasar: sejauh mana negara benar-benar hadir ketika kebutuhan belajar paling sederhana pun belum sepenuhnya terjamin?
*Catatan Redaksi:
Artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan emosional berat, segera cari bantuan profesional atau layanan kesehatan terdekat. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Siswa SD Akhiri Hidup Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Hetifah: Menyayat Hati, Tak Bisa Diterima