Bansos 2026
Mulai Cair, Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026 Lewat Situs Kemensos
Bansos PKH dan BPNT 2026 mulai cair. Kemensos perbarui data penerima secara berkala. Cek status bansos pakai NIK KTP secara online.
Ringkasan Berita:
- Kuota bansos 2026 tetap sekitar 18 juta KPM, meski data penerima bersifat dinamis
- Penyaluran PKH dan BPNT dimulai Februari 2026, evaluasi data pada April
- Status penerima bansos bisa dicek lewat aplikasi dan situs resmi Kemensos
TRIBUNGORONTALO.COM -- Memasuki tahun 2026, Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan ada pembaruan daftar penerima bantuan sosial reguler, baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kuota nasional bantuan sosial tetap menyasar lebih dari 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa penyaluran bantuan sosial sudah dimulai dan akan dievaluasi secara berkala untuk menyesuaikan data penerima dengan kondisi terbaru di lapangan.
Baca juga: Cair Mulai Februari 2026, Ini Cara Cek Penerima Bansos BPNT dan PKH
Evaluasi pertama dijadwalkan berlangsung pada April 2026.
“Sekarang sudah proses penyaluran. Nah, nanti pada bulan April dievaluasi. Ada perubahan daftar, karena dinamis dan terus diperbaharui. Ya. Alokasinya tetap sekitar 18 juta KPM. Jadi kalau ada yang keluar, berarti ada yang masuk sesuai alokasi yang ada,” kata Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Baca juga: PKH Cair Mulai Februari 2026! 8 Kategori Penerima Bansos, Nominal Sampai Rp 750 Ribu
Mengapa Daftar Penerima Bansos Bisa Berubah?
Perubahan daftar penerima bantuan sosial terjadi karena kondisi sosial ekonomi masyarakat yang sangat dinamis.
Setiap hari, ada peristiwa kelahiran, kematian, perpindahan penduduk, hingga perubahan status ekonomi keluarga yang memengaruhi kelayakan penerima bantuan.
Dalam satu periode tertentu, beberapa keluarga mungkin mengalami peningkatan kesejahteraan sehingga dinilai tidak lagi memenuhi kriteria penerima bansos.
Sebaliknya, ada masyarakat yang kondisi ekonominya menurun dan membutuhkan dukungan negara melalui program perlindungan sosial.
Baca juga: Cek Desil DTSEN 2026 Sekarang! Bansos Bisa Cair hingga Rp750 Ribu Lewat Aplikasi
“Jadi artinya perlu saya sampaikan, dengan data yang dinamis dan terus diperbarui itu, bisa jadi di triwulan pertama dapat bansos, di triwulan kedua nggak dapat bansos, ketiga nggak dapat bansos mungkin keempat dapat bansos lagi. Jadi saya sekali lagi ingin mengulang bahwa data itu sangat dinamis; tiap hari ada yang meninggal, ada yang lahir, tiap hari ada yang pindah tempat, ada yang menikah, ada yang naik kelas dan tiap hari ada yang turun kelas,” jelas Saifullah Yusuf.
Baca juga: Cek Desil DTSEN 2026 Sekarang! Bansos Bisa Cair hingga Rp750 Ribu Lewat Aplikasi
Mekanisme Pemutakhiran Data Penerima
Meskipun bersifat dinamis, Kemensos menegaskan bahwa perubahan data penerima bansos dilakukan melalui mekanisme yang ketat dan terukur.
Proses ini melibatkan verifikasi dan validasi data oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di masing-masing daerah.
Hasil verifikasi kemudian digunakan sebagai dasar pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang menjadi acuan utama penyaluran bantuan sosial.
Dengan mekanisme ini, pemerintah berupaya memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.\
Baca juga: 18 Juta KPM Terima Bansos Februari 2026, Total Rp 600 Ribu, Ini Daftar dan Cara Cek Penerimanya
Penyaluran PKH dan BPNT 2026
Kemensos memastikan penyaluran bantuan sosial reguler tahap pertama tahun 2026 dimulai pada Februari.
Penyaluran mencakup PKH dan BPNT yang diberikan secara bertahap setiap triwulan.
BPNT: Bantuan diberikan sebesar Rp 200.000 per bulan per KPM. Penyaluran dilakukan setiap tiga bulan, sehingga pada periode Januari–Maret 2026, total bantuan yang diterima mencapai Rp 600.000.
PKH: Besaran bantuan bervariasi tergantung kategori penerima, meliputi anak usia sekolah, anak usia dini, ibu hamil, lanjut usia di atas 60 tahun, dan penyandang disabilitas. Besaran bantuan berkisar antara Rp 225.000 hingga Rp 750.000 per tahap sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Bansos PKH dan BPNT Cair Februari 2026, Cek NIK KTP Anda Apakah Termasuk Penerima Bantuan
Jalur Penyaluran Bansos
Pada 2026, penyaluran bantuan sosial masih dilakukan melalui dua jalur utama:
Perbankan milik pemerintah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
PT Pos Indonesia, khususnya untuk wilayah yang belum terjangkau layanan perbankan.
Skema ini diharapkan mempermudah akses masyarakat terhadap bantuan sekaligus meminimalkan kendala distribusi, terutama di daerah terpencil.
Baca juga: Bansos PKH dan BPNT Cair Februari 2026, Cek NIK KTP Anda Apakah Termasuk Penerima Bantuan
Cara Cek Status Penerima Bansos 2026
Masyarakat dapat mengecek status penerima bantuan sosial secara mandiri menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP melalui kanal resmi Kemensos. Berikut langkah-langkahnya:
1. Melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos:
- Unduh aplikasi di Play Store atau App Store.
- Buka aplikasi dan pilih menu “cek bansos”.
- Masukkan data wilayah sesuai KTP (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan).
- Isi nama lengkap sesuai KTP.
- Masukkan kode verifikasi yang ditampilkan dan klik “Cari Data”.
Sistem akan menampilkan status penerima bansos, jenis bantuan, serta periode penyaluran jika terdaftar.
Baca juga: Mudah! Cara Cek Bansos PKH 2026 via HP, Pastikan Nama Anda Penerima Tahap I
2. Melalui situs resmi Kemensos:
- Akses laman cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih data wilayah sesuai alamat pada KTP.
- Masukkan nama lengkap penerima manfaat dan kode verifikasi yang tersedia.
- Klik tombol “Cari Data”.
Jika nama tidak muncul, masyarakat dapat mengajukan usulan atau sanggahan data melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat untuk diverifikasi dan diperbarui sesuai mekanisme yang berlaku.
Perkiraan Tahap Penyaluran Bansos 2026
Berdasarkan pola penyaluran sebelumnya, bantuan sosial Kemensos pada 2026 diperkirakan dicairkan dalam empat tahap:
- Tahap I: Januari–Maret 2026
- Tahap II: April–Juni 2026
- Tahap III: Juli–September 2026
- Tahap IV: Oktober–Desember 2026
Waktu pencairan di setiap daerah bisa berbeda, tergantung kesiapan administrasi dan distribusi bantuan di wilayah masing-masing. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Akses-Mandiri-Bansos-2025-Cek-PKH-dan-BPNT-Desember-Hanya-dengan-HP.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.