Bansos 2026
18 Juta KPM Terima Bansos Februari 2026, Total Rp 600 Ribu, Ini Daftar dan Cara Cek Penerimanya
Bansos PKH & BPNT Februari 2026 mulai cair! Total Rp 600.000 per KPM, cek siapa yang berhak menerima dan cara mengeceknya lewat HP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Berikut-Cara-Daftar-Bansos-Online-2025-Cek-Status-di-Kemensos.jpg)
Secara umum, ketentuannya adalah sebagai berikut:
- Desil 1–4 berhak menerima PKH
- Desil 1–5 berhak menerima BPNT atau Program Sembako
- Desil 1–5 berhak menerima PBI-JK BPJS Kesehatan
Penetapan desil dilakukan melalui proses verifikasi data dan tidak dapat diubah secara manual karena sepenuhnya bergantung pada hasil pemutakhiran data nasional.
Baca juga: 12 Pernyataan Prabowo di Rakornas 2026, dari Sawit Ajaib dan Rumah Genteng
Cara Cek Bansos dan Desil 2026 Lewat HP
Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos PKH dan BPNT 2026 secara mandiri melalui laman resmi Kementerian Sosial. Berikut langkah-langkahnya:
- Buka laman cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, serta desa atau kelurahan sesuai KTP
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Ketik kode captcha yang tersedia
- Klik tombol Cari Data
Selain melalui laman resmi, pengecekan desil bansos 2026 juga dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos.
Pengguna dapat melihat kategori desil setelah login akun, melengkapi data NIK dan Kartu Keluarga, lalu mengakses menu profil.
Daftar Penerima Bisa Berubah
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa bantuan sosial tidak bersifat permanen dan akan terus dievaluasi secara berkala.
"Nanti bulan April dievaluasi. Ada perubahan daftar karena datanya dinamis dan terus diperbarui. Alokasinya tetap sekitar 18 juta KPM. Jadi kalau ada yang keluar, berarti ada yang masuk sesuai alokasi yang ada," ujar sosok yang akrab disapa Gus Ipul, dilansir dari Kompas.com, Kamis (29/1/2026).
Ia juga menambahkan bahwa status penerima bansos dapat berubah dari waktu ke waktu seiring dinamika data kependudukan.
"Dengan data yang dinamis ini, bisa saja seseorang menerima bansos di triwulan pertama, kemudian tidak menerima di triwulan kedua atau ketiga, lalu kembali menerima di triwulan berikutnya. Data terus bergerak karena setiap hari ada yang lahir, meninggal, pindah, menikah, naik kelas ekonomi, atau justru turun kelas," tambahnya.
Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk rutin mengecek status kepesertaan bansos PKH dan BPNT 2026 agar tidak melewatkan informasi penting terkait pencairan bantuan. (*)