Nisfu Syaban
Kapan Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal dan Amalan Doa Mustajab
Kapan malam Nisfu Sya'ban 2026 jatuh? Pertanyaan ini mulai mengemuka seiring dengan pengumuman resmi
Hadits ini menjadi motivasi besar bagi setiap Muslim untuk memperbanyak istighfar dan dzikir. Kesempatan untuk mendapatkan "tiket" doa yang pasti dikabulkan adalah anugerah yang sangat mahal.
Umat Islam dianjurkan untuk tidak hanya tidur atau melakukan kegiatan sia-sia pada malam tersebut. Sebaliknya, memperbanyak shalat sunnah seperti shalat tasbih atau shalat hajat sangatlah disarankan.
Malam ini juga dikenal sebagai malam pembebasan. Allah SWT membebaskan banyak hamba-Nya dari api neraka pada malam Nisfu Sya'ban, sebanyak jumlah bulu domba milik suku Bani Kalb.
Namun, pengampunan ini diberikan kepada mereka yang memiliki hati yang bersih. Mereka yang masih menyimpan dendam atau belum berdamai dengan sesama disarankan untuk segera bertaubat.
Oleh karena itu, malam ini juga menjadi momentum untuk saling memaafkan. Hubungan horizontal dengan sesama manusia harus diperbaiki agar hubungan vertikal dengan Allah semakin lancar.
Menghidupkan malam Nisfu Syaban adalah bentuk kecintaan kita kepada sunnah dan tradisi para salafus shalih. Mereka adalah orang-orang yang paling semangat dalam mengejar ridha Ilahi.
Jangan sampai kesibukan duniawi membuat kita melupakan malam yang hanya terjadi setahun sekali ini. Jadikan Senin malam tersebut sebagai ajang "curhat" terbaik kepada Sang Khalik.=
Secara ilmiah, penetapan awal Syaban 1447 H didukung oleh data hisab yang sangat mendetail. Data ini menunjukkan bahwa hilal akhir Rajab 1447 H sudah sangat layak untuk dilihat.
Berdasarkan perhitungan, ketinggian hilal di markaz Jakarta mencapai 6 derajat 07 menit 12 detik. Angka ini dianggap cukup tinggi dalam ilmu astronomi untuk pengamatan mata telanjang.
Parameter lainnya adalah elongasi hilal yang berada pada posisi 7 derajat 55 menit 25 detik. Jarak sudut antara bulan dan matahari ini memastikan cahaya hilal cukup kuat untuk tertangkap indra penglihatan.
Lama hilal di atas ufuk tercatat selama 28 menit 10 detik. Ini memberikan waktu yang cukup bagi tim rukyah untuk melakukan verifikasi sebelum bulan benar-benar terbenam di ufuk barat.
Ijtimak atau konjungsi bulan dan matahari terjadi pada Senin Legi, 19 Januari 2026, tepat pada pukul 02:52:04 WIB. Jarak waktu ijtimak ke waktu Maghrib memberikan "umur" hilal yang matang.
Data teknis ini dikerjakan dengan metode tahqiqi tadqiki ashri kontemporer. Metode ini merupakan standar tinggi yang digunakan oleh pakar falak di kalangan Nahdlatul Ulama.
Di wilayah paling timur Indonesia, seperti Merauke, tinggi hilal mencapai 5 derajat 16 menit. Meskipun lebih rendah dari Jakarta, angka ini tetap masuk dalam kriteria aman pengamatan.
Sebaliknya, di wilayah barat seperti Bengkulu, tinggi hilal justru lebih besar, yakni mencapai 6 derajat 12 menit. Elongasi di sana bahkan menyentuh angka 8 derajat 02 menit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Orang-Shalat.jpg)