Haji 2026
Jemaah Haji 2026 Jadi Fokus! Lihat Alokasi Rp18,2 Triliun Kemenhaj
Kemenhaj siapkan Rp18,2T untuk haji 2026, fokus kenyamanan jemaah & pengawasan ketat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-jemah-haji.jpg)
Kita memiliki Ditjen Pengendalian dan Inspektorat Jenderal yang akan bekerja penuh mengawal integritas penyelenggaraan haji,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, seluruh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) menandatangani Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen untuk mengelola dana jemaah secara transparan dan bertanggung jawab.
Koordinasi Pusat–Daerah Jadi Kunci
Jaenal Effendi menekankan bahwa keberhasilan pemanfaatan anggaran sangat bergantung pada sinergi antara satuan kerja pusat dan daerah, khususnya dalam hal penyerapan biaya operasional dan kesiapan sumber daya manusia.
“Koordinasi penting agar penggunaan biaya operasional berjalan tertib. Kita harus selalu ingat bahwa dana ini adalah dana jemaah,” katanya.
Ditjen PE2HU juga membuka ruang diskusi lanjutan untuk memastikan kebutuhan prioritas benar-benar terakomodasi tanpa melanggar aturan.
Komitmen Layanan untuk Jemaah
Menutup arahannya, Menhaj menekankan bahwa seluruh jajaran mengelola amanah besar dari umat.
“Bapak dan Ibu mengelola dana umat. Tolong dikelola sebaik-baiknya dan serapi-rapinya. Niat kita sama: menghadirkan penyelenggaraan haji yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan jemaah,” ujarnya.
Dengan pengelolaan yang ketat dan terencana, dana operasional Rp 18,2 triliun diharapkan benar-benar menjelma menjadi layanan haji yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi jutaan tamu Allah pada 2026 mendatang. (*)