Selasa, 31 Maret 2026

Berita Internasional

Trump Umumkan Tarif Tambahan untuk Negara Eropa Penentang Ambisi AS Kuasai Greenland

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif tambahan terhadap delapan negara Eropa yang menentang upaya Washington

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Trump Umumkan Tarif Tambahan untuk Negara Eropa Penentang Ambisi AS Kuasai Greenland
Berita Internasional
PRESIDEN -- Momen Donald Trump tiba di acara kampanye tatap muka di Lancaster County Convention. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif tambahan terhadap delapan negara Eropa yang menentang upaya Washington untuk mengambil alih Greenland.

Langkah ini dinilai para analis sebagai eskalasi besar yang menandai konfrontasi geopolitik skala penuh terkait pulau strategis di kawasan Arktik tersebut.

Pada 17 Januari, Trump menyatakan Amerika Serikat akan memberlakukan bea masuk tambahan terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Negara-negara tersebut diketahui baru-baru ini mengirimkan pasukan untuk mengikuti latihan militer gabungan yang dipimpin Denmark di Greenland.

Baca juga: Presiden Iran Peringatkan Amerika, Serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Sama dengan Deklarasi Perang

Kebijakan baru ini akan dimulai dengan tarif tambahan sebesar 10 persen yang berlaku mulai 1 Februari, lalu meningkat menjadi 25 persen mulai 1 Juni mendatang.

Langkah Trump ini dinilai melampaui sekadar aksi balasan perdagangan. Sejumlah pengamat menilai kebijakan tersebut mencerminkan doktrin keamanan Trump yang menggunakan tekanan ekonomi, bahkan terhadap negara sekutu, untuk mengamankan aset strategis yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI), mineral tanah jarang, dan sistem pertahanan rudal di kawasan Arktik.

Melalui unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, Trump menegaskan bahwa tarif tersebut akan tetap diberlakukan “hingga tercapai kesepakatan atas pembelian Greenland secara penuh dan total.”

Ia berargumen bahwa Amerika Serikat selama puluhan tahun telah mensubsidi Denmark dan Uni Eropa dengan menahan diri untuk tidak mengenakan tarif.

“Sudah saatnya Denmark membayar,” tulis Trump, sembari memperingatkan bahwa “perdamaian dunia sedang dipertaruhkan.”

The Wall Street Journal mencatat Trump tidak menjelaskan secara rinci apakah tarif baru tersebut akan ditambahkan di atas bea masuk yang sudah ada.

Hal ini membuka kemungkinan bahwa kebijakan tersebut dapat membatalkan atau meniadakan perjanjian dagang terbaru antara Washington dan mitra-mitra Eropanya.

Reaksi keras pun datang dari para pemimpin Eropa, yang kali ini menunjukkan sikap persatuan yang jarang terlihat.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menulis di platform X bahwa “ancaman tarif tidak dapat diterima” dan menegaskan akan ada respons Eropa yang “bersatu dan terkoordinasi”.

Macron menekankan bahwa intimidasi tidak akan menggoyahkan Eropa, “baik di Ukraina, Greenland, maupun di tempat lain.”

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut langkah Trump sebagai tindakan yang “sepenuhnya salah”, terutama karena menghukum sekutu NATO yang tengah menjalankan agenda keamanan kolektif.

Pemerintah Jerman menyatakan tengah melakukan konsultasi intensif dengan mitra-mitra Eropa untuk merumuskan respons bersama.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga memperingatkan bahwa kebijakan tarif berisiko merusak hubungan transatlantik dan memicu “spiral penurunan yang berbahaya”.

Di lapangan, gelombang protes dilaporkan menyebar dari Kopenhagen hingga Nuuk, ibu kota Greenland.

Reuters melaporkan para demonstran meneriakkan slogan seperti “Greenland tidak untuk dijual” dan “Amerika, pergi saja”.

Di Kopenhagen, lebih dari 20.000 orang dilaporkan turun ke jalan. Para peserta aksi bahkan mengejek slogan “Make America Great Again” milik Trump dengan mengenakan topi merah bertuliskan “Make America Go Away”.

Di balik ketegangan diplomatik ini, Greenland kian dipandang memiliki nilai strategis yang sangat besar.

Media Amerika Serikat, termasuk NBC News, menyoroti ledakan industri kecerdasan buatan, persaingan rantai pasok mineral tanah jarang, serta ekspansi pusat data dan semikonduktor canggih sebagai pendorong utama ketertarikan AS.

Greenland diketahui memiliki salah satu cadangan mineral tanah jarang terbesar di dunia yang belum tergarap, serta posisi geografis krusial bagi sistem pertahanan rudal Arktik, termasuk rencana perisai generasi terbaru yang pernah diusulkan Trump.

World Economic Forum sebelumnya memperingatkan bahwa perkembangan AI dan transisi energi global telah meningkatkan permintaan mineral kritis secara tajam, menjadikan hambatan pasokan sebagai faktor strategis utama.

Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa potensi sumber daya tidak otomatis menjamin produksi cepat.

Associated Press mencatat Greenland menghadapi tantangan besar, mulai dari kondisi iklim ekstrem, infrastruktur terbatas, regulasi lingkungan yang ketat, hingga biaya tinggi yang mempersulit kegiatan penambangan dan distribusi.

Kini, perhatian tertuju pada apakah tarif tersebut akan diterapkan secara kumulatif, bagaimana Uni Eropa akan menerjemahkan janji persatuannya menjadi langkah balasan konkret, serta apakah strategi tarif Trump, yang saat ini tengah diuji secara hukum di Mahkamah Agung AS, akan semakin memperlebar retakan di dalam aliansi NATO.

 (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved