Selasa, 31 Maret 2026

Berita Internasional

Trump Umumkan Tarif Tambahan untuk Negara Eropa Penentang Ambisi AS Kuasai Greenland

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif tambahan terhadap delapan negara Eropa yang menentang upaya Washington

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Trump Umumkan Tarif Tambahan untuk Negara Eropa Penentang Ambisi AS Kuasai Greenland
Berita Internasional
PRESIDEN -- Momen Donald Trump tiba di acara kampanye tatap muka di Lancaster County Convention. 

Pemerintah Jerman menyatakan tengah melakukan konsultasi intensif dengan mitra-mitra Eropa untuk merumuskan respons bersama.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga memperingatkan bahwa kebijakan tarif berisiko merusak hubungan transatlantik dan memicu “spiral penurunan yang berbahaya”.

Di lapangan, gelombang protes dilaporkan menyebar dari Kopenhagen hingga Nuuk, ibu kota Greenland.

Reuters melaporkan para demonstran meneriakkan slogan seperti “Greenland tidak untuk dijual” dan “Amerika, pergi saja”.

Di Kopenhagen, lebih dari 20.000 orang dilaporkan turun ke jalan. Para peserta aksi bahkan mengejek slogan “Make America Great Again” milik Trump dengan mengenakan topi merah bertuliskan “Make America Go Away”.

Di balik ketegangan diplomatik ini, Greenland kian dipandang memiliki nilai strategis yang sangat besar.

Media Amerika Serikat, termasuk NBC News, menyoroti ledakan industri kecerdasan buatan, persaingan rantai pasok mineral tanah jarang, serta ekspansi pusat data dan semikonduktor canggih sebagai pendorong utama ketertarikan AS.

Greenland diketahui memiliki salah satu cadangan mineral tanah jarang terbesar di dunia yang belum tergarap, serta posisi geografis krusial bagi sistem pertahanan rudal Arktik, termasuk rencana perisai generasi terbaru yang pernah diusulkan Trump.

World Economic Forum sebelumnya memperingatkan bahwa perkembangan AI dan transisi energi global telah meningkatkan permintaan mineral kritis secara tajam, menjadikan hambatan pasokan sebagai faktor strategis utama.

Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa potensi sumber daya tidak otomatis menjamin produksi cepat.

Associated Press mencatat Greenland menghadapi tantangan besar, mulai dari kondisi iklim ekstrem, infrastruktur terbatas, regulasi lingkungan yang ketat, hingga biaya tinggi yang mempersulit kegiatan penambangan dan distribusi.

Kini, perhatian tertuju pada apakah tarif tersebut akan diterapkan secara kumulatif, bagaimana Uni Eropa akan menerjemahkan janji persatuannya menjadi langkah balasan konkret, serta apakah strategi tarif Trump, yang saat ini tengah diuji secara hukum di Mahkamah Agung AS, akan semakin memperlebar retakan di dalam aliansi NATO.

 (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved