Pesawat Hilang Kontak
Tampang Farhan Gunawan, Co-Pilot Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Pangkep Sulsel
Sosok Muh Farhan Gunawan kini menjadi sorotan setelah namanya tercatat sebagai Co-Pilot pesawat ATR 42-500.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Muh-Farhan-Gunawan-dan-ATR-42-500.jpg)
Pasukan darat berhasil mencapai titik temuan dan sedang melakukan identifikasi lebih lanjut.
Pangdam XIV Hasanuddin menegaskan bahwa fokus utama adalah evakuasi korban. Jalur darat menjadi opsi jika cuaca tidak memungkinkan.
Kakansar Makassar menambahkan bahwa 1.200 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir area.
Operasi SAR ini melibatkan Basarnas, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, serta masyarakat setempat.
Data AirNav menunjukkan sinyal terakhir pesawat berada di perbatasan Maros–Pangkep.
Lokasi jatuhnya pesawat berada di kawasan pegunungan karst yang dikenal memiliki cuaca fluktuatif.
Gunung Bulusaraung memiliki ketinggian 1.353 mdpl dan menjadi bagian dari Taman Nasional Bantimurung.
Akses menuju lokasi sangat terbatas, hanya bisa ditempuh melalui jalur pendakian.
Kesaksian pendaki lokal menambah gambaran mencekam tragedi ini. Mereka mendengar suara mesin pesawat sebelum ledakan keras.
Asap hitam pekat menyeruak dari balik kabut setelah benturan.
Serpihan pesawat berhamburan hingga ke jalur pendakian. Pendaki menemukan dokumen dan peta navigasi yang tercecer.
Barang-barang tersebut diserahkan ke posko pendakian sebagai bukti awal.
Informasi dari saksi mata menjadi penting untuk mempercepat pencarian.
Hingga kini, kotak hitam pesawat masih menjadi target pencarian utama.
Alat ini diyakini bisa mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Masyarakat diminta tidak mendekat ke lokasi demi keamanan.